Beutong Ateuh Bergolak

Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, bergolak Selasa (18/9) siang, diwarnai dengan turunnya

Beutong Ateuh Bergolak
RATUSAN warga Beutong Ateuh Banggalang, turun ke jalan menolak perusahaan tambang emas PT EMM yang akan beroperasi di wilayah itu, Selasa (18/9). Massa terkonsentrasi di jembatan lintas Beutong-Takengon di Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh, Nagan Raya. 

* Ratusan Warga Tolak Perusahaan Tambang

SUKA MAKMUE - Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, bergolak Selasa (18/9) siang, diwarnai dengan turunnya ratusan warga ke jalan di lintas Beutong-Takengon, tepatnya di atas jembatan Desa Blang Puuk. Mereka melakukan aksi penolakan terhadap perusahaan tambang emas PT Emas Mineral Murni (PT EMM) yang akan mengeruk emas di daerah itu.

Para warga dalam jumlah banyak itu turun ke jalan-jalan memasang poster dan spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap pihak perusahaan agar tidak melakukan aktivitas penambangan emas di wilayah itu dalam bentuk apa pun.

Penolakan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa aktivitas penambangan akan menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan yang sangat membahayakan penduduk setempat nantinya.

“Kami masyarakat Beutong Ateuh Banggalang dengan tegas menolak akstivitas pertambangan emas di daerah kami apa pun yang akan terjadi nantinya. Sebab, aktivitas tersebut bukan hanya merusak lingkungan dan pencemaran, tetapi juga akan menghilangkan sejumlah situs sejarah yang ada di daerah kami saat ini,” ujar Malikul Azis (Abu Kamil), salah satu tokoh agama di Beutong Ateuh Banggalang kepada Serambi, Selasa (18/9).

Lebih lanjut Abu Kamil mengatakan, jika aktivitas pertambangan dilanjutkan maka warga setempat tak akan pernah tinggal diam, sebab warga setempat tak mau wilayahh tersebut nantinya tinggal nama dan mewariskan hutan yang gundul kepada anak-anak cucu mereka. “Biaralah kami hidup di lingkungan yang alami tanpa ada kerusakan dan pencemaran,” harap Abu Kamil yang merupakan putra almarhum Tgk Bantaqiah.

Sementara itu, Ketua Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB), Zakaria mengatakan, masyarakat yang hadir dalam aksi penolakan tambang emas itu kemarin berasal dari Gampong Blang Meurandeh, Blang Puuk, Kuta Teungoh, Babah Suak, dan Gampong Persiapan Pintu Angen.

“80 Persen masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang hadir melakukan aksi menolak perusahaan tambang. Jadi, bukan segelintir orang yang menolaknya,” jelas Zakaria.

Ia tambahkan, aktivitas tambang itu akan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup dan sosial di daerah itu. Selain itu, juga dikhawatirkan akan terjadi bencana ekologis yang diakibatkan hadirnya perusahaan pertambangan dan menciptakan lubang-lubang besar yang ditimbulkan dari aktivitas perusahaan itu.

“Kami meminta pemerintah membatalkan Amdal-nya apa lagi sosialisasi terhadap masyarakat sekitar tidak dilakukan oleh PT EMM,” demikian Zakaria.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help