Jelang Pemilu 2019, Ini Tiga Isu Krusial yang Jadi Perhatian Publik

“Ini penting mengingat bahwa media sosial sangat berpotensi rawan konflik dan penyebaran konten provokasi,”

Jelang Pemilu 2019, Ini Tiga Isu Krusial yang Jadi Perhatian Publik
Anggota KIP Banda Aceh, Yusri Razali sedang memberikan materi pada diskusi yang diselenggarakan Yayasan Penyelemat Generasi Bangsa (YPGB) di Banda Aceh, Selasa (18/9/2018) 

Laporan Masrizal I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menjelang pesta demokrasi serentak 17 April 2019, ada tiga isu krusial yang menjadi perhatian publik, yaitu, politik uang, hoaks, dan isu SARA.

"Ketiga isu ini harus diantisipasi semaksimal mungkin. Dua dari tiga isu penting tersebut medium penyebarannya adalah media sosial," kata anggota KIP Banda Aceh, Yusri Razali, Selasa (18/9/2018).

Yusri menyampaikan itu saat menjadi pembicara pada acara diskusi yang diselenggarakan Yayasan Penyelemat Generasi Bangsa (YPGB).

Baca: Game Ludo Online Telan Korban Nyawa di Aceh Besar, Begini Kejadiannya

Diskusi tersebut bertajuk “Partisipasi Masyarakat Dalam Mengantisipasi Adanya Berita Hoax Menjelang Pemilu Serentak 2019”.

Dalam kegiatan itu, Yusri memaparkan potensi kerawanan hoax menjelang pemilu 2019 yang disebar melalui media sosial.

“Ini penting mengingat bahwa media sosial sangat berpotensi rawan konflik dan penyebaran konten provokasi,” ungkap Yusri.

Baca: Demokrat Unggah Foto Moeldoko Bareng Co-founder Asia Sentinel, Berita Sudutkan SBY Dipertanyakan

Menurut Yusri, salah satu penyebabnya adalah orang-orang bayaran yang ditugaskan untuk menyebarkan berita bohong (hoaks) atau yang lebih dikenal dengan sebutan buzzer.

“Berita bohong yang disebarkan oleh buzzer akan berdampak pada perusakan pemberitaan dan ini menjadi preseden buruk bagi kualitas demokrasi kita,” Kata Yusri.

Semakin besarnya jumlah pengguna internet, lanjut Yusri, sejalan dengan kemudahan mendapat informasi saat ini menjadikan berita hoaks semakin mudah tersebar.

Baca: Ini Alasan Tersangka Tikam Korban Saat Bermain Game Ludo Online di Neuheun, Aceh Besar

Ia menilai aturan dan pasal untuk mengendalikan jumlah berita hoaks yang terus diproduksi setiap waktu.

“Salah satu yang bisa kita lakukan saat ini adalah memberikan pembekalan pengetahuan akan internet sehat kepada masyarakat melalui literasi media. Sehingga masyarakat lebih melek dan mampu mengenali ciri-ciri, menganalisis, mengevaluasi hingga mampu mengambil kesimpulan dari sebuah berita,” pungkas Yusri. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved