Tafakur

Kejujuran Bekerja

Seseorang karyawan atau pekerja yang melakukan tugasnya dengan jujur bagaikan seorang mujtahid yang berperang

Kejujuran Bekerja

Oleh: Jarjani Usman

“Seseorang karyawan atau pekerja yang melakukan tugasnya dengan jujur bagaikan seorang mujtahid yang berperang di jalan Allah hingga ia selesai dari tugasnya” (HR. Ahmad).

Betapa tingginya penghargaan kepada orang yang bekerja dengan jujur dalam ajaran Islam, hingga diumpamakan seorang mujtahid. Memperoleh penghargaan luar biasa dari Allah, kita sebagai orang Muslim sepatutnya berlomba-lomba untuk mengedepankan kejujuran dalam bekerja. Namun apa yang ditunjukkan oleh sebagian kita sungguh menyedihkan.

Di mana-mana terjadi ketidakjujuran yang parah hingga menyebabkan kemandegan dalam pembangunan bangsa. Korupsi dilakukan di berbagai sudut kehidupan, bahkan oleh orang-orang yang katanya sudah sangat berpendidikan dan terpercaya untuk menempati posisi tinggi. Bukan hanya korupsi anggaran, tetapi korupsi waktu, kuantitas dan kualitas kerja. Orang-orang yang sudah dianggap professional dan dibayar untuk bekerja malah tidak mau bekerja sesuai kuantitas dan kualitas yang telah ditentukan, tetapi membiarkan orang lain melakukannya. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan sebentar, malah dibiarkan berhari-hari bila tidak diberikan uang tambahan. Singkatnya, ajaran Islam yang mengutamakan kejujuran dibuang jauh-jauh.

Padahal ketidakjujuran dalam bekerja menimbulkan keburukan ganda. Pertama, hilangnya pahala besar seperti yang diperoleh mujtahid. Kedua, tidak halalnya nafkah atau gaji yang diperoleh. Ketiga, dimurkai Allah. Keempat, terbiasa dengan pola hidup yang buruk bagi diri sendiri. Kelima, merugikan orang banyak, yang entah kapan akan dimohon maaf.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved