Tafakur

Jaminan Rezeki

Setiap hamba sudah ada rezekinya, walaupun memang mengharuskan usaha yang terus-menerus

Jaminan Rezeki

Oleh: Jarjani Usman

“Tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini kecuali Allah yang menjamin rezekinya” (QS. Hud: 6).

Setiap hamba sudah ada rezekinya, walaupun memang mengharuskan usaha yang terus-menerus. Keharusan berusaha termasuk upaya memanusiakan manusia, karena manusia adalah makhluk yang diberikan akal pikiran sehingga perlu ditantang untuk memikirkan berbagai masalah dalam hidup ini. Dengan diharuskan berusaha, banyak keuntungan dapat dipetik.

Pertama, keuntungan belajar agar kreatif dalam hidup ini. Manusia menjadi tahu bagaimana cara menghadapi segala permasalahan dalam hidup ini dengan berusaha belajar. Terbukti bahwa seseorang menjadi sukses mayoritas karena ditopang oleh kemauannya belajar yang tinggi, termasuk kemuan bekerja sama.

Kedua, keuntungan untuk bekerja sama dengan sesama. Setiap insan tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri, sehingga harus bekerja sama dengan orang lain. Misalnya, setiap kali mau makan membutuhkan ikan, garam, sayur, rempah-rempah, gula, susu dan lain-lain. Semua itu tak mungkin diproses sendiri; masing-masing membutuhkan keahlian. Itulah pentingnya hubungan dengan sesama, termasuk bernegara.

Ketiga, keuntungan bernegara. Dalam mencari rezeki, peran negara sangat penting terutama dalam rangka menganalisa, mengadakan, mengatur, dan menangani segala kebutuhan dan permasalahan warganya. Termasuk juga memikirkan dari mana sumbernya dan bagaimana mencerdaskan rakyat agar mampu memikirkan dan mengambil peran masing-masing. Oleh karena itu, orang-orang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin dan wakil rakyat sepatutnya memiliki kemampuan, pengalaman, dan kemauan yang tinggi dalam memikirkan rakyat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved