Kesbangpol Pidie Bahas Kondisi Daerah Terkini, Peneliti: Masalahnya Sangat Komplet

Pidie saat ini mengalami masalah yang komplet, mulai dari masalah aliran keagamaan, dana desa, kemiskinan hingga seks bebas.

Kesbangpol Pidie Bahas Kondisi Daerah Terkini, Peneliti: Masalahnya Sangat Komplet
IST
Peserta focus group discussion (FGD) tentang situasi dan kondisi terkini daerah Aceh yang dilaksanakan di Kantor Kesbangpol Pidie, Rabu (19/9/2018). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kabupaten Pidie saat ini mengalami masalah yang komplet, mulai dari masalah aliran keagamaan, dana desa, narkoba, angka kemiskinan hingga persoalan moral dan seks bebas.

Hal itu dikemukakan Mukhlisuddun Ilyas, peneliti dan fasilitator tentang situasi dan kondisi daerah Aceh, berdasarkan hasil diskusi (FGD) yang digelar Kesbangpol Provinsi Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Pidie.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Kesbangpol Kabupaten Pidie, Rabu (19/9/2018).

Hadir 15 narasumber pada kegiatan tersebut. Terdiri atas berbagai unsur seperti dari FKUB, Bappeda, Kesbangpol, KNPI, akademisi, tokoh perempuan, guru, Dinas Pertanian, Kodim, Karang Taruna dan LSM.

Polres Pidie Tangkap Pria Beristri Mesum dengan Wanita yang Sudah Bersuami, Juga Temukan Benda Ini

Kuota Penerimaan CPNS Pidie belum Jelas, Diusulkan 228 Orang ke Kemenpan-RB

“Temuan dari  FGD di Kabupaten Pidie ini tidak mengejutkan, karena kita sudah memiliki data-data awal tentang situasi dan kondisi daerah Aceh lainnya yang memiliki kemiripan dengan masalah di Pidie," kata Mukhlisuddin dalam rilis kepada Serambinews.com.

Masalah yang muncul di Kabupaten Pidie, menurut Mukhlisuddin, memiliki potensi konflik yang perlu ditangani secara cepat.

Sebab, setiap masalah sosial yang muncul bila tidak cepat direspons, akan menjadi potensi konflik baru.

Apalagi saat ini menjelang Pileg dan Pilpres.

TGB Posting Pernyataan Resmi Sikap Politiknya Jelang Pilpres 2019, Alasan Dukungannya untuk Jokowi

Ustaz Arifin Ilham Dukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Secara umum, katanya, konflik atau kekerasan di Aceh sudah berlangsung lama.

Konflik di Aceh memiliki garis berkelanjutan dari satu periode ke periode berikutnya.

Karena itu, diperlukan penanganan konflik secara sistematis dan menyeluruh di setiap kabupaten/kota di Aceh.(*)

Penulis: Safriadi Syahbuddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved