Murid SDN 54 Banda Aceh Pamer Kreativitas

Murid SDN 54 Banda Aceh memamerkan kreativitas mereka berupa kerajinan tangan dan kesenian

Murid SDN 54 Banda Aceh Pamer Kreativitas
Kadisdikbud Banda Aceh, Saminan didampingi School And Teacher Training Officer PILAR, Nur Jannah, melihat hasil kerajinan murid SDN 54 Banda Aceh yang dipamer di sekolah tersebut, Rabu (19/9). SERAMBI/MURSAL ISMAIL 

BANDA ACEH - Murid SDN 54 Banda Aceh memamerkan kreativitas mereka berupa kerajinan tangan dan kesenian di sekolah tersebut kawasan Peurada, Banda Aceh, Rabu (19/9). Kegiatan ini berlangsung dalam acara unjuk karya capaian program peningkatan manajemen sekolah dasar yang dilaksanakan JAPFA Foundation dan PILAR (Peduli Indonesia Belajar). Kedua lembaga itu selama ini juga melakukan pendampingan atau pembinaan terhadap SDN 54 melalui kepala sekolah, guru, bahkan orang tua, sehingga menghasilkan murid yang tak hanya pintar, namun juga kreatif.

Buktinya, kemarin saat acara ini berlangsung, kreativitas kesenian pertama ditampilkan Ghali Rafi Rifaid. Murid kelas VI C ini sangat sempurna menampilkan pantonim di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Dr Saminan Ismail MPd dan rombongan, School And Teacher Training Officer PILAR, Nur Jannah SAg MSi, Junior Program Manajer JAPFA Foundation, Dame Manalu, serta rombongan dari kedua lembaga itu, Kepala SDN 54, Drs Nasruddin ZZ, para guru, dan orang tua murid.

Selanjutnya, dua murid lainnya menampilkan hasil karya mereka berupa mobil bertenaga angin. Bahannya antara lain botol air mineral bekas, kemudian bisa jalan karena didorong angin yang sudah ditiup dalam balon yang sudah dihubungkan dengan mobil tersebut. Kemudian, terakhir giliran murid kelas 3, Rifki Maulana, mempresentasikan hasil karyanya berupa blok pecahan. Menurutnya, melalui media ini, murid diharapkan dapat mengenal pecahan sederhana, membaca, menulis pecahan, serta dapat menyajikan nilai pecahan dengan gambar.

Sedangkan di luar kelas, anak-anak lain memamerkan hasil kerajinan tangan mereka, seperti miniatur rumah terbuat dari kardus, asbak dari tanah, bahkan ada hasil karya anak berupa daya listrik yang dihasilkan dari jeruk lemon. Tentu semua hasil karya ini juga di bawah binaan para guru sekolah tersebut yang sudah mendapat pendampingan dari PILAR yang didanai JAPFA Foundation.

“Saya selaku Kadisdikbud Banda Aceh tentu sangat mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada JAPFA Foundation dan PILAR yang sudah meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar di sekolah ini. Artinya guru tak hanya mengajar dalam kelas, namun juga mengasah kreativitas anak-anak sesuai bakatnya, sehingga anak-anak juga bertambah kreatif dan proses belajar mengajar menyenangkan. Hal ini sesuai kurikulum 2013,” kata Kadisdikbud Banda Aceh, Saminan disela-sela meninjau hasil karya anak-anak itu.

Saminan berharap pihak JAPFA Foundation dan PILAR dapat mengembangkan program mereka itu ke sekolah dasar lainnya di Banda Aceh, terutama di sekolah bekas tsunami, seperti SDN 54, sehingga dalam program itu nantinya, murid juga semakin diperkenalkan tentang bencana, seperti tsunami dan cara penyelamatannya.

Saminan juga mengapresiasi Kepala SDN 54 Banda Aceh, Nasruddin yang juga sudah mengembangkan budidaya tanaman sayuran hidroponik di sekolah tersebut berupa pakcoy dan kailan. Program tanaman tanpa menggunakan tanah ini bekerja sama pihak Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh, di bawah bimbingan ahli hidroponik yang juga dosen Prodi Teknik Pertanian Unsyiah, Dr Purwana Satriyo STP MT. Purwana kemarin juga diberi kesempatan memaparkan tentang hidroponik.

Sementara itu, Junior Program Manajer JAPFA Foundation, Dame Manalu, kepada Serambi mengatakan program ini mereka laksanakan di empat sekolah bekas daerah bencana di Indonesia. Tiga lainnya, yakni di Padang Pariaman dan Kota Padang, Sumatera Barat, dan Yogyakarta. “Kami berharap pendampingan yang sudah kami lakukan kepada SDN 54 ini, hasilnya menjadi contoh bagi sekolah dasar lain, terutama di Banda Aceh ini,” kata Dame. Seusai acara seremonial ini kemarin, para orang tua yang tergabung dalam paguyuban kelas SDN 54 Banda Aceh, kepala sekolah, dan guru sekolah itu juga mendapat bimbingan tambahan dari para pengajar PILAR. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved