Bangunan Liar Menjamur di Bireuen

Sejumlah bangunan liar kini mulai menjamur di seputaran Kota Bireuen, tidak terkecuali di atas saluran pembuangan dan irigasi

Bangunan Liar Menjamur di Bireuen
BACKHOE loader membongkar tiga toko yang tak memiliki IMB di Jalan Teuku Umar, Simpang Jam, Banda Aceh, Selasa (14/8) pagi. 

BIREUEN - Sejumlah bangunan liar kini mulai menjamur di seputaran Kota Bireuen, tidak terkecuali di atas saluran pembuangan dan irigasi. Bangunan liar itu umumnya berbentuk kios konstruksi papan dan dibangun di dinding gudang semen milik salah satu pengusaha yang berada di lintasan Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Bireuen.

Pantauan Serambi, Senin (17/9), bangunan atau deretan kios itu sudah pada tahap pemasangan kerangka yang ditempelkan pada dinding tembok pagar gudang semen milik pengusaha Bireuen, H Jamaluddin. Kehadiran kios-kios tersebut tampak kumuh dan mengganggu arus lalu lintas di jalan nasional tersebut.

Pasalnya, kios-kios itu juga dibangun di atas saluran pembuang di sisi jalan nasional. Warga setempat menilai, sangat tidak layak kios-kios tersebut dibangun di atas saluran pembuang dan berada di pinggir jalan nasional yang setiap saat ramai pelintas dari arah Medan ke Banda Aceh atau sebaliknya.

“Kios-kios itu hanya satu meter dari birem jalan. Kalau kios itu terus dibangun dan dijadikan tempat usaha, maka tidak ada lahan parkir sehingga pembeli harus parkir di jalan dan mengganggu arus lalu lintas,” kata Bahri, warga setempat.

Dilanjutkannya, jika pembangunan kios itu terus dibiarkan, maka saat musim hujan kawasan tersebut akan banjir karena saluran pembuang sudah tertutup. “Padahal, sebelum ada pembangunan kios itu saja, saat musim hujan kawasan permukiman di dekat kios tersebut sudah sering banjir,” tukasnya. Warga setempat mengharapkan, Pemkab Bireuen segera menertibkan bangunan liar yang sedang dibangun di tembok gudang semen milik pengusaha tersebut.

Sementara itu, H Jamaluddin yang akrab disapa H Jamal 88 saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, menegaskan, bangunan liar atau kios-kios yang dibangun di dinding tembok pagar gudangnya itu, bukan miliknya. “Bangunan yang menempel pada tembok pagar gudang saya itu, bukan milik saya,” tegas H Jamal.

H Jamal juga mengharapkan kepada Pemkab Bireuen atau pihak terkait untuk segera menertibkan bangunan liar tersebut. “Karena kesannya kios-kios itu saya yang bangun, sehingga banyak yang mempertanyakan pada saya, termasuk pejabat Pemkab Bireuen dan aparat keamanan,” pungkas H Jamal.(c38)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved