Peralatan Rekam KTP Elektronik Rusak

Peralatan perekaman KTP Elektronik di sembilan dari 17 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen rusak dan tidak bisa difungsikan

Peralatan Rekam KTP Elektronik Rusak
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Sempit_Ruang pelayanan DIsdukcapil Bireuen sempit membuat warga berdesak-desakan untuk pengurusan administrasi kependudukan seperti Jumat (21/9) kemarin, warga harus antri dan berdesak-desakan. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

* Di Sembilan Kecamatan

BIREUEN - Peralatan perekaman KTP Elektronik di sembilan dari 17 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen rusak dan tidak bisa difungsikan. Kerusakan tersebut memaksa sebagian besar warga harus ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bireuen untuk melakukan perekaman.

Peralatan yang rusak sejak beberapa waktu lalu itu antara lain terjadi pada servernya, atau alat perekam sidik jari,dan alat rekam mata, hingga juga jaringan tidak lancar. Kondisi peralatan seperti ini terdapat di wilayah barat Bireuen yaitu Kecamatan Samalanga, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang, Peudada, Kota Juang, Jeumpa, Kuala, dan Juli. Hanya di Kecamatan Simpang Mamplam saja yang alat rekam KTP elektroniknya masih berfungsi. Sedangkan pada wilayah timur, umumnya masih berfungsi seperti di Kecamatan Peusangan hingga Gandapura.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jeumpa, Tarmizi ST kepada Serambi mengatakan, alat perekam KTP elektronik di wilayahnya sudah lama rusak. Dia mengaku, kondisi itu sudah dilaporkan ke Disdukcapil untuk diperbaiki, namun sampai sekarang belum datang teknisi. “Nggak bisa merekam karena perangkatnya rusak. Kami menunggu teknisi untuk perbaikan. Kalau mendesak, bisa ke Disdukcapil atau kecamatan wilayah timur Bireuen,” katanya.

Kondisi berbeda disampaikan Camat Peusangan Selatan, Armadi SHi. Dia menyatakan, peralatan rekam KTP elektronik di kecamatannya masih bagus dan bisa melakukan perekaman, begitu juga di Kecamatan Gandapura dan Makmur. “Alat perekaman KTP elektrobik bagus dan bisa melayani masyarakat sebagaimana mestinya,” ujar Armadi.

Sementara itu, Plt Kadisdukcapil Bireuen, Syahniar SSos kepada Serambi, Jumat (21/9), mengatakan, hasil kunjungan pihaknya ke lapangan beberapa waktu lalu, kerusakan yang terjadi pada alat rekam KTP elektronik umumnya pada server dan beberapa peralatan lainnya, sehingga tidak bisa melakukan perekaman. Menyangkut perbaikan, ucap dia, beberapa waktu lalu masih ditangani tim teknis dari Jakarta.

“Sekarang perbaikannya sudah menjadi tanggung jawab daerah. Namun, karena anggaran belum ada sehingga belum bisa diperbaiki. Apalagi, perbaikannya juga harus ditangani tim ahli yang harus didatangkan dari Jakarta,” ucapnya. “Kami sudah melaporkan ke pimpinan, kemungkinan pada APBK perubahan akan disediakan dana perbaikan,” tukasnya.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved