PGN Tawarkan Jaringan Gas

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas, menawarkan

PGN Tawarkan Jaringan Gas
Aminullah Usman

* Untuk Banda Aceh

BANDA ACEH - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas, menawarkan pembangunan dan pengelolaan proyek jaringan gas bumi di Kota Banda Aceh. Pembangunan jaringan gas itu akan menyasar konsumen rumah tangga.

Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh M Napitupulu dari Unit Layanan Jaringan Gas PGN kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Jakarta, Kamis (20/9). Dalam rilis yang dikirim Humas Pemko Banda Aceh kepada Serambi disebutkan tawaran itu disambut positif Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Napitupulu mengatakan, dalam tawaran itu pihaknya berencana akan memasang jaringan pipa gas ke seluruh rumah yang ada di Banda Aceh. Jaringan pipa akan dipasang secara berjaringan ke permukiman warga.

“Jaringan pipa gasnya kita pasang hingga ke kompor dan siap digunakan. Jadi nanti tak ada lagi cerita habis gas karena 24 jam anytime tersedia,” ujar Napitupulu.

Menurutnya, di Indonesia ada beberapa kota yang sudah menerapkan sistem jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangga. Sedangkan di Aceh, jaringan gas untuk rumah tangga ini sudah dikerjakan di Kota Lhokseumawe, meskipun belum menjangkau semua rumah tangga.

Namun, kata Napitupulu, pemasangan jaringan gas untuk Banda Aceh masih ada kendala. Karena belum ada jaringan pipa dari Banda Aceh ke Lhokseumawe, yang merupakan tempat sumber gas, tepatnya di LNG Arun.

Sebagai solusinya, Napitupulu menyebutkan ada dua alternatif, yaitu pemerintah memasang pipa dari Lhokseumawe ke Banda Aceh atau membangun SPBG beserta tangki untuk disalurkan gas ke rumah-rumah.

Ia menambahkan, pembangunan jaringan pipa gas bumi rumah tangga di Banda Aceh akan ditanggung oleh PGN melalui APBN. “Pemko Banda Aceh hanya perlu membuat usulan dengan dukungan data atau studi kelayakan,” ungkap Napitupulu.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, pihak sangat menyambut rencana pemasangan jaringan pipa gas rumah tangga di Banda Aceh. Karena hal itu akan memberi manfaat kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gas.

“Dengan adanya jaringan gas hingga ke rumah-rumah warga, maka akan terjadi penghematan biaya sampai 50 persen bagi masyarakat. Selain itu, proyek ini juga akan memberi multiplier effect bagi Banda Aceh. Salah satunya dapat mendorong pertumbuhan sektor properti, dan juga industri atau usaha seperti Warkop, rumah makan, dan restoran,” katanya.

Anggota DPRK Banda Aceh, Arida Saputra mengatakan, pemasangan jaringan gas itu tentu akan sangat bermanfaat bagi Banda Aceh. Namun menurutnya, sebagai sistem distribusi gas model baru, maka harus dibangun pilot project (proyek percontohan) terlebih dahulu.

“Jaringan gas itu jangan langsung dibangun secara massal di seluruh Banda Aceh, tapi harus dibuat pilot project, misalnya untuk sebuah kawasan atau kompleks perumahan. Sehingga secara pelan-pelan masyarakat bisa belajar menggunakannya,” ujarnya.

Karena masyarakat akan butuh waktu untuk beralih dari sistem tabung gas ke sistem jaringan pipa. Menurutnya, dengan sistem jaringan gas ini akan menghilangkan permainan harga tabung gas, gas subsidi tepat sasaran karena dipasang langsung ke rumahnya. Serta harga gas dinilai juga akan lebih murah.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved