Citizen Reporter

‘Ain Sokhna, Pesona Lain di Pesisir Mesir

ALEXANDRIA dan Hurgada berada di Mesir, tanah para nabi, di tengah kepulan debu padang pasir Jazirah Arab

‘Ain Sokhna, Pesona Lain di Pesisir Mesir
SULTAN NUL ARIFIN

OLEH SULTAN NUL ARIFIN, Mahasiswa Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Azhar, melaporkan dari Kairo, Mesir

ALEXANDRIA dan Hurgada berada di Mesir, tanah para nabi, di tengah kepulan debu padang pasir Jazirah Arab. Dengan luas 997.739 km bujur sangkar, Mesir mencakup Semenanjung Sinai dan sebagian besar daratannya merupakan bagian dari Gurun Sahara yang jarang dihuni. Inilah negeri yang berada di dua benua sekaligus, Afrika dan Asia. Sebagian besar wilayahnya terletak di Benua Afrika, tepatnya di bagian timur laut Afrika.

Di jazirah ini terdapat beberapa tempat yang sangat indah dan menarik untuk dikunjungi, selain Piramida, patung Sphinx, dan Sungai Nil yang panjangnya sekitar 40.000 km. Beberapa hal yang membuat tempat-tempat ini menarik dikunjungi adalah kekhasan dan nilai sejarahnya yang sudah sangat tua. Terlebih di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan Mesir. Di sini terdapat banyak artefak kuno yang jumlahnya kira-kira mencakup 65% dari artefak kuno di seluruh dunia.

Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah. Faktor lain yang membuat negara ini sangat populer di telinga bangsa lain adalah karena begitu banyak penelitian dan ulasan positif yang dipublikasi tentang Mesir dengan segala kekayaan sejarah dan destinasi wisatanya.

Dalam kenyataannya memang begitu. Banyak sekali tempat yang mungkin kita kira tidak pantas dijadikan tempat wisata, tapi setelah tempat tersebut diulas oleh orang-orang yang telah mengunjungi, apalagi oleh travel writer (penulis perjalanan), maka akan menjadi salah satu pemicu untuk menarik para wisatawan, juga rakyat biasa.

Salah satu tempat yang menarik dikunjungi di Mesir adalah ‘Ain Sokhna. Pantai ini berjarak 55 kilometer dari Suez dan kurang lebih 120 kilometer dari timur Kota Kairo.

Nama ini terdiri atas dua kata, ‘Ain dan Sokhna. ‘Ain berarti mata, sokhna berarti panas atau hangat. Dari namanya saja mungkin orang akan menyimpulkan bahwa ini adalah tempat pemandian air panas. Atau kalau sudah ditambahkan kata “pantai” di depan kalimat, maka yang terbersit dalam bayangan adalah pantai yang panas.

Namun kenyataannya, tempat ini tidak terlalu panas seperti namanya. Nama ‘Ain Sokhna ini justru muncul karena dulunya ada kilang minyak yang sangat besar di tengah lautan yang membuat pantai tersebut panas dan air laut seperti terbakar.

Jarak tempuh dari Kairo menuju ‘Ain Sokhna sekitar dua jam lebih. Sejauh perjalanan memang tidak ada sesuatu yang indah untuk dipandang. Hanya hamparan padang pasir yang terbentang luas. Gunung-gunung pasir yang menjulang tinggi. Ada beberapa yang kecil dan ada beberapa yang bahkan mustahil untuk ditanjaki.

Kendaraan yang kami tumpangi berada di tengah gurun pasir yang luas. Sejauh mata memandang tidak tampak desa atau pun kota yang di dalamnya ada kehidupan. Cuaca memang lumayan membakar. Maklum, bulan ini Mesir masih diselimuti suhu tinggi lantaran musim panas. Tidak ada yang aneh dari perjalanan ini, semuanya berjalan dengan lancar. Hingga sampai di Suez, tampak beberapa rumah penduduk dan kantor polisi. Semakin menuju ujung Suez, semakin tercium aroma air lautan. Kalau saja suasana lebih sunyi mungkin desiran ombak pun akan terdengar jelas di gendang telinga kami.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved