Lima Rekan Mucikari Mama Ros Dilepas, Pospera Nilai Satpol PP Abdya Aneh

"Apa alasan Satpol PP dan WH melapas mereka? Jika alasan, beda delik hukumnya, ya boleh saja, tapi bukan melepas begitu saja,"

Lima Rekan Mucikari Mama Ros Dilepas, Pospera Nilai Satpol PP Abdya Aneh
Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) turun ke sejumlah hotel, wisma dan losmen yang beroperasi di seputaran Blangpidie dan Susoh, Kamis (6/9/2018) pagi 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Upaya Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melepas atau mengembalikan lima rekan terduga Mucikari Mama Ros pada keluarga mereka menuai kritikan dari DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Abdya.

Ketua DPC Pospera Abdya, Harmansyah kepada Serambinews.com menilai pengembalian lima rekan Mama Ros yang dilakukan Satpol PP dan WH Abdya itu telah menciderai upaya pemerintah dalam menegakkan syariat islam di Aceh.

"Apa alasan Satpol PP dan WH melapas mereka? Jika alasan, beda delik hukumnya, ya boleh saja, tapi bukan melepas begitu saja," ujar ketua DPC Pospera Abdya, Harmansyah.

Karena, kata Harmansyah, lima rekan Mama Ros, empat perempuan yang diduga sering melayani para hidung belang, telah memenuhi unsur untuk dijerat dengan Qanun Jinayat telah berbuat zina.

Baca: Terkait Penangkapan Wanita Mucikari dan Seorang PSK di Abdya, Begini Reaksi Ulama Dayah Inshafuddin

Sementara Tk A, selaku pria, ia memenuhi unsur untuk dijerat qanun jinayat, selaku penyedia maupun pemakai.

"Ini aneh, kok mereka dilepas.Kambuh lagi penyakit lama Satpol PP Abdya. Setelah mengungkap kasus, lalu menguap dan hilang tanpa sebab. Ini adalah residen buruk yang patut dicurigai," kata Harmansyah.

Karena, kata Harmansyah, sejak lima tahun terakhir, banyak kasus yang dilimpahkan ke Satpol PP dan WH Abdya, namun tidak ada penyelesain ke meja hijau, bahkan ada yang berhenti ditengah jalan.

Untuk itu, Harmansyah meminta penyidik dan jaksa menjerat Mama Ros selaku mucikari tentang trafiking, atau dengan Qanun No 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat Pasal 33 ayat 3.

Baca: Satpol PP Tangkap Mucikari Mama Ros

"Untuk lima rekannya (Mama Ros), bisa dijerat dengan pasal 33 ayat 1, yang berbunyi, setiap orang dengan sengaja melakukan jarimah zina, bisa diancam dengan uqubat cambuk 100 kali," sebutnya.

Artinya, sambungnya, mucikari dan PSK itu, keduanya bisa ditindak, sesuai dengan peran masing-masing. Sangat aneh, satpol PP melepas lima rekan Mama Ros, dengan delik tidak memenuhi unsur.

Terlebih, tambah Harman, ada beberapa rekan Mama Ros itu, adalah penjaga wisma dan pemilik cafe. Jika dikaitkan, maka mereka adalah satu kelompok, dan bisa dijerat dengan Qanun Jinayat. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved