Selain Melemah Terhadap Dollar Singapura, Rupiah Juga Mendapat Tekanan Dollar Australia

Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap beberapa valuta asing yang kerap diperdagangkan

Selain Melemah Terhadap Dollar Singapura, Rupiah Juga Mendapat Tekanan Dollar Australia
Uang kertas pecahan 5 dollar Australia 

SERAMBINEWS.COM - Nilai tukar rupiah masih melemah terhadap beberapa valuta asing yang kerap diperdagangkan.

Salah satunya nilai tukar rupiah terhadap dollar Singapura.

Menurut analis, faktor penyebab rupiah tertekan karena banyak perdagangan bisnis Indonesia berada di negeri Singa tersebut.

Baca: Rupiah Melemah Terhadap Dollar Singapura, Ini Penyebabnya Menurut Analis

Ilustrasi(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi(SHUTTERSTOCK) ()

Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, sentimen negatif bagi Singapura sendiri datang dari beberapa faktor.

Contohnya, pertama isu perang dagang antara Amerika dan China yang belum memadam.

Kedua, pertemuan Uni Eropa dan Inggris mengenai permasalahan Brexit yang masih memanas sehingga berpengaruh terhadap dollar Singapura. 

Baca: Link Live Streaming - Babak Kedua Timnas U-16 Indonesia vs Vietnam, Skor Sementara 1-1

Ketiga, mengenai suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) yang akan dinaikan pada bulan September ini juga berpengaruh terhadap dollar singapura.

Mengutip Bloomberg, Senin (24/9/2018), harga pairing SGD/IDR berada di level Rp 10.894 per dollar Singapura dari sebelumnya berada di level Rp 10.871 per dollar Singapura pada Jumat lalu.

Dari sisi rupiah, Ibrahim menjelaskan sentimen berasal dari defisit neraca transaksi yang masih belum betemu titik terang.

Baca: Rupiah Melemah Lagi Pada Perdagangan Hari Ini, Analis Jelaskan Penyebabnya

Uang Rupiah
Uang Rupiah (TRIBUNNEWS.COM)

“Sehingga perlu dilakukan Bank Indonesia masih harus menaikan suku bunga,” Kata Ibrahim, Senin (24/9).

Selain rupiah melemah terhadap dollar Singapura, rupiah juga terlihat melemah terhadap dollar Australia.

Di pasar spot, nilai tukar rupaih berada di level Rp 10.809 per dollar Australia.(*)

Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved