Luar Negeri

Sempat Ditentang Israel, Rusia Segera Kirim Sistem Rudal Ini ke Suriah

Sistem rudal jarak jauh yang awalnya dikembangkan di era Uni Soviet pada 1978 itu bakal dikirimkan ke Damaskus dalam dua pekan mendatang

Sempat Ditentang Israel, Rusia Segera Kirim Sistem Rudal Ini ke Suriah
Sebuah kendaraan militer pengangkut sistem rudal S-300 dalam sebuah parade di Moskwa, Rusia.(www.kremlin.ru) 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi tahu rencana pengiriman sistem rudal S-300 kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad melalui sambungan telepon.

Percakapan itu menjadi yang pertama pasca-jatuhnya pesawat intai Ilyushin Il-20 akibat tak sengaja ditembak sistem pertahanan Suriah di Mediterania pekan lalu.

Dalam pernyataan Kremlin seperti diberitakan AFP Senin (24/9/2018), yang pertama kali menelepon adalah Assad.

Baca: Jadi Bencana Bagi Amerika Serikat Bila Sistem Rudal S-400 Rusia Dijual ke Turki

Keduanya membahas peningkatan keamanan di Suriah.

"Presiden Putin menekankan perlunya penanganan lebih untuk menjamin keamanan pasukan Rusia sekaligus meningkatkan kemampuan sistem pertahanan Suriah," ujar Kremlin.

Sistem rudal jarak jauh yang awalnya dikembangkan di era Uni Soviet pada 1978 itu bakal dikirimkan ke Damaskus dalam dua pekan mendatang.

Baca: Hezbollah Klaim Punya Rudal Akurat, Tantang Israel Bila Serang Lebanon

Pesawat Il-20 yang membawa 15 personel jatuh Senin (17/9/2018) malam waktu setempat ketika hendak pulang ke Pangkalan Udara Khmeimim.

Dari laporan pejabat Amerika Serikat, pesawat buatan Uni Soviet itu jatuh setelah tak sengaja ditembak sistem pertahanan S-200 Suriah.

Ketika insiden terjadi, empat jet tempur F-16 Israel melancarkan serangan udara ke Provinsi Latakia yang dikenal sebagai basis Assad.

Baca: Iran Umumkan Rudal Balistik Generasi Terbaru, Bisa Hantam Target di Darat dan Laut 

Dalam pernyataan resmi, Tel Aviv menyebut serangan ke Latakia bertujuan untuk menghentikan pasokan senjata yang disediakan Iran kepada kelompok Hezbollah.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved