Salam

Jangan Percaya Calo Bila tidak Mau Jadi Korban

Sebanyak 19 warga Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie tertipu sindikat calo yang menjanjikan bisa meluluskan

Jangan Percaya Calo Bila tidak Mau Jadi Korban
KETUA Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin bersama dua orang warga yang diduga korban penipuan SK Pegawai Negeri Sipil berbicara dalam konferensi pers di Kantor YARA, Senin (24/9). 

Sebanyak 19 warga Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie tertipu sindikat calo yang menjanjikan bisa meluluskan korbannya jadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan cara menyetor sejumlah uang. Di antara korban malah mengaku sudah menyetor uang Rp 130 juta kepada sang calo. Si calo yang ditengarai tidak bekerja sendiri juga sempat membuat Surat Keterangan (SK) palsu tentang pengangkatan korban sebagai PNS di lingkungan pemerintah Aceh. SK palsu itu menggunakan tanda tangan Gubernur Zaini Abdullah.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH, yang menerima kuasa dari para korban mengatakan segera melapor kasus itu ke pihak kepolisian. Menurut Safaruddin, pelaku dalam kasus ini melakukan tindak pidana ganda, penipuan dan juga pemalsuan dokumen atau surat negara (pemerintah).

“Ini jelas tindak pidana, kita cermati pertama ada penipuan, pelaku telah menipu korban dalam kasus ini. Kemudian pemalsuan tanda tangan, karena tidak mungkin Pak Zaini Abdullah saat menjabat gubernur mengeluarkan surat seperti ini, ini jelas sekali suratnya palsu dan tanda tangannya juga palsu,” kata Safaruddin.

Terakhir, kata Safaruddin, pelaku juga memalsukan surat berharga, karena SK PNS itu adalah surat berharga atau dokumen penting. Tapi pelaku sengaja memalsukannya agar bisa mengelabui korban untuk meminta sejumlah uang. “Inilah yang akan kita lapor ke polisi, tiga tindak pidana sekaligus,” kata Safaruddin.

Safaruddin juga menengarai, tindak pidana itu dilakukan pelaku bersama sejumlah orang lainnya. Artinya, tindak pidana ini dilakukan oleh sindikat yang dengan sengaja untuk membohongi korban dan mendapatkan uang. “Ini sebenarnya lebih kepada sindikat, makanya kita perlu kawan-kawan pers menginformasikan ini, supaya bisa tersebar dan korban lain juga bisa melapor,” kata Safaruddin.

Kasus itu sebenarnya bukan baru, tapi sudah terjadi hampir dua tahun lalu, saat Aceh masih dipimpin Gubernur Zaini Abdullah. Namun, kasus itu kita pilih menjadi berita utama, mengingat sekarang sedang musim penerimaan CPNS di berbagai daerah. Dan, kita sangat yakin, setiap kali musim penerimaan CPNS, maka sindikat calo pasti akan bergentayangan di mana-mana mencari korbannya.

Dengan mengedapankan kasus itu sebagai berita utama, harapannya adalah jangan ada lagi yang percaya kepada calo. Ingat, ada tiga ciri orang yang biasa menjadi calo PNS. Pertama adalah oknum PNS, kedua orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, serta yang ketiga orang-orang yang mengaku dekat dengan kekuasaan. Dengan posisi seperti it mereka akan gampang merayu dan korbannya juga gampang terbujuk.

Oleh sebab itu, jangan percaya kepada siapapun yang menawarkan jasa mengurus untuk menjadi PNS, apalagi mereka membawa-bawa nama penguasa. Ingat, calo itu sesungguhnya penipu yang bermodus seribu cara.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved