Pemerintah Minta Imunisasi MR Didukung

Pemerintah Aceh mengajak masyarakat dan semua pihak untuk mendukung imunisasi measles

Pemerintah Minta Imunisasi MR Didukung
ist
Rapat Konsultasi terkait penggunaan vaksin Measles Rubella kepada masyarakat Aceh di Aula Meuligoe Wakil Gubernur Aceh, Rabu (19/9/2018). 

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengajak masyarakat dan semua pihak untuk mendukung imunisasi measles/campak dan rubella (MR) di Aceh. Realisasi imunisasi MR untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di Provinsi Aceh masih sangat rendah. Dari target 1,5 juta anak, jumlah anak yang sudah diimunisasi MR di Aceh hingga saat ini sebanyak 79.461 orang atau 4,94 persen.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Dinas Kesehatan Aceh di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Rabu (26/9). Rakor yang membahas langkah-langkah pemerintah terkait imunisasi MR itu juga dihadiri Dr Slamet Basir MPH dari Kementerian Kesehatan, Zamhir Islamie SSos MPA dari Kementerian Dalam Negeri, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Bimo Wijayanto, perwakilan MUI, dan tamu pusat lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif saat membuka kegiatan itu mengatakan, Provinsi Aceh merupakan wilayah paling rendah dalam realisasi imunisasi MR, selain Riau, Sumatera Barat, dan NTB. Menurutnya perlu langkah-langkah segera untuk mengejar ketertinggalan pencapaian cakupan itu. “Melalui rakor ini kita susun langkah berikutnya untuk memastikan semua anak Aceh diimunisasi sesuai harapan,” ujarnya.

Hanif mengatakan, imunisasi MR bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit campak dan rubella, memutus penularan virus, menurunkan angka kesakitan serta kejadian sindrom rubella kongenital (CRS). “Kecacatan yang timbul bisa berupa penyakit jantung bawaan, kerusakan jaringan otak, gangguan penglihatan dan tuli,” sebutnya.

Penyakit campak, lanjut Hanif, memiliki gejala yaitu demam tinggi, batuk dan pilek, serta mata memerah. Gejala tersebut lalu diikuti dengan munculnya ruam kemerahan dari leher, wajah, hingga ke seluruh tubuh. “Apabila virus rubella menyerang ibu hamil, maka si ibu bisa mengalami keguguran atau bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan,” jelas dia, dan menyebut masa layanan imunisasi MR tahap dua diperpanjang hingga 31 Oktober 2018.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved