Gudang PT PIM Terbakar

Satu unit gudang di bekas pabrik PT AAF Krueng Geukuh, Aceh Utara, yang selama ini dijadikan sebagai tempat

Gudang PT PIM Terbakar
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Sebagian Pupuk Subsidi Tersiram Air

LHOKSEUMAWE - Satu unit gudang di bekas pabrik PT AAF Krueng Geukuh, Aceh Utara, yang selama ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan pupuk urea PT PIM, Kamis (27/9) sekira pukul 11.45 WIB terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, mengingat banyak stok pupuk di dalamnya, diperkirakan banyak pupuk yang tidak bisa digunakan lagi akibat basah saat penyiraman dan terkena hawa panas api. Begitupun, jumlah pastinya belum dihitung. Ratusan jeriken kosong H2O2 milik PT AAF juga terbakar.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Dewantara AKP Erpansyah, menyebutkan, gedung tersebut selama ini dijadikan tempat penyimpanan pupuk PT PIM dan seribuan jeriken kosong H2O2 milik PT AAF. Namun, tidak ada aliran listrik di gudang.

Sebelum terjadi kebakaran, sempat dilakukan pengelasan dinding gudang yang terbuat dari aluminium. Setelah tukang las pulang, api pun diprediksi mulai membakar jeriken, hingga terus membesar yang menyebabkan melelehnya sebagian atap aluminium dan dinding gudang. “Prediksi awal, saat dinding dilas percikan apinya mengenai jeriken di dalam gudang, tapi tidak diketahui oleh tukang las, sehingga api terus membesar,” ujarnya.

Setelah api membesar, sejumlah unit mobil pemadaman kebakaran milik PT PIM dan Pemkab Aceh Utara tiba di lokasi. Sekitar pukul 11.45 WIB, api berhasil di padamkan. “Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dari hasil pendataan sementara, sebut AKP Erpansyah, di dalam gudang tersebut ada sekitar 1.200 jeriken kosong H2O2, sehingga sebagiannya terbakar. Untuk jumlah pupuk sedang dilakukan pendataan . “Pupuk tidak ada yang terbakar, cuma terkena imbas saja, terutama basah akibat proses pemadaman api,” pungkasnya.

Manajer Humas PT PIM Zulfan Efendi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, gudang tersebut saat ini milik tim Liquidator PT AAF. Pihaknya hanya menyewa untuk penyimpanan pupuk. Sedangkan penyebab kebakaran, belum diketahui secara pasti. “Begitu juga untuk jumlah pupuk urea yang terkena imbas, belum ada data akurat, karena masih didata oleh tim pemasaran,” demikian Zulfan.(bah)

Sementara itu, beberapa jam sebelum peristiwa kebakaran gudang PT PIM atau tepatnya pada pukul 07.40 WIB, satu unit rumah berkonstruksi kayu di Desa Tanjong Hagu, Kecamatan Samudera Geudong, Aceh Utara, juga terbakar. Tidak ada korban jiwa, karena penghuni sempat menyelamatkan diri. Rumah yang terbakar tersebut milik Mukhtar Idris (63).

Kapolsek Samudera Geudong Ipda Bakhtiar, menyebutkan, saat itu penghuni rumah, Mukhtar Idris bersama istrinya sedang tertidur. Baru terbangun saat mulai merasakan hawa panas. Saat terbangun, dia melihat api mulai membakar rumah mereka, sehingga langsung berlari keluar sambil meminta tolong. Karena bangunan terbuat dari kayu dan beratapkan daun rumbia, maka api cepat membesar hingga menghanguskan bangunan tersebut. “Dugaan sementara, kebakaran akibat korsleting listrik,” demikian Ipda Bakhtiar.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved