Kelangkaan Solar di Abdya Makin Menjadi-jadi, Kadin: Hambat Aktivitas Pembangunan dan Perekonomian

Antrean panjang kendaraan mengisi solar masih terlihat di SPBU Pantee Perak Susoh dan SPBU Keude Paya Blangpidie, termasuk di SPBU Babahrot.

Kelangkaan Solar di Abdya Makin Menjadi-jadi, Kadin: Hambat Aktivitas Pembangunan dan Perekonomian
ist
Ketua Kadin Abdya, H Syamsidik Ibrahim

Laporan Zainun Yusuf | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Peristiwa kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak), jenis minyak solar di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjadi sekitar dua pekan terakhir belum teratasi sampai Jumat (28/9/2018) sore.

Antrean panjang kendaraan mengisi solar masih terlihat di SPBU Pantee Perak Susoh dan SPBU Keude Paya Blangpidie, termasuk di SPBU Babahrot.

Sopir harus antre berjam-jam sejak sore sampai malam.  

Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Abdya mengaku sangat prihatin atas peristiwa kelangkaan BBM jenis Solar.

Dikatakan, kebutuhan solar sulit diperoleh menghambat aktivitas pembangunan dan perekonomian.

“Pemerintah, dalam hal ini Pertamina harus segera bertindak mengatasi kelangkaan solar di Abdya karena mulai mengganggu aktivitas pembangunan  dan perekonomian,” kata Ketua Kadin Abdya, H Syamsidik Ibrahim kepada Serambinews.com, Jumat (28/9/2018).

Baca: Solar dan Premium Langka, Ulah Siapa?

Betapak tidak angkutan material untuk pekerjaan proyek pembangunan menjadi terhambat.

Demikian juga angkutan hasil perkebunan dan pertanian milik masyarakat, termasuk pasokan barang kebutuhan ke Abdya.

Sore ini (Jumat sore), antrean kendaraan terjadi sejak SPBU Pantee Perak, Susoh sampai lapangan Pantee Perak, panjang sekitar 500 meter.

"Sedangkan di  SPBU Keude Paya Blangpidie, kendaraan antre sampai ke Jalan Bukit Hijau atau jalan menuju Kantor Bupati,” kata Ketua Kadin Abdya. 

Baca: Polisi Amankan 660 Liter Solar Subsidi

Syamsidik Ibrahim juga menjabat Sekretaris Gapensi Provinsi Aceh mengaku heran, karena pemerintah mendorong agar pengusaha jasa konstruksi memacu perkerjaan pembangunan sehingga bisa selesai tepat waktu.

Sementara, kebutuhan minyak solar terjadi kelangkaan di SPBU-SPBU dan terkesan tidak mampu diatasi.

Peristiwa kelangkaan solar juga sangat mengganggu kelancaraan angkutan barang dan hasil perkebunan karena truk angkutan harus antre sampai malam di SPBU mengisi solar.

Bila peristiwa kelangkaan solar dibiarkan berlarut-larut, maka akan mengganggu perekonomian  akibat terganggu angkutan hasil perkebunan dan pertanian, termasuk pasokan barang ke Abdya mengalami kendala.(*)   

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved