KM Sabuk Nusantara Kandas

Kapal motor (KM) perintis Sabuk Nusantara 35 Jakarta kandas di sekitar muara Singkil, Aceh Singkil

KM Sabuk Nusantara Kandas
IST
KM Perintis Sabuk Nusantara 35 Jakarta kandas di dekat Muara Singkil, Aceh Singkil, Rabu (26/9/2018) sekitar pukil 19.30 WIB. 

SINGKIL - Kapal motor (KM) perintis Sabuk Nusantara 35 Jakarta kandas di sekitar muara Singkil, Aceh Singkil, Rabu (26/9) sekitar pukul 19.30 WIB malam. Kapal tersebut membawa 12 penumpang, satu di antaranya bayi usia lima hari dari Singkil tujuan Pulau Banyak.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (27/9) kapal berangkat dari pelabuhan Aceh Singkil, sekitar pukul 19.00 WIB, namun baru berjalan sekitar 30 menit kapal kandas.

Kapal dinakhodai Arusmon Bandule tersebut kandas disinyalir lantaran berlayar terlalu ke kanan yang merupakan daerah dangkal hanya berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Kemarin kapal sudah berhasil dievakuasi ke terminal pelabuhan Singkil.

“Penumpang selamat semua sudah dievakuasi. Kecuali kendaraan roda dua milik penumpang masih di kapal,” kata Yanrizal Kepala Syahbandar Aceh Singkil kepada Serambi kemarin. Mengenai penyebab kapal kandas Yanrizal menyatakan, belum bisa memberikan keterangan. Sebab pihaknya belum berhasil menginterogasi kapten kapal.

“Saya sudah coba masuk ke kapal untuk interogasi kapten. Tapi belum berhasil karena dangkal, kandas tidak bisa mendekat. Tadi speed boat yang melakukan evakuasi hampir terbalik,” jelasnya. Sementara itu informasi lain menyebutkan mesin kapal yang berfungsi hanya sebelah. Kondisi itu disebut-sebut yang menjadi penyebab utama kapal kesulitan berbelok ketika masuk ke daerah dangkal.

Sementara itu sebanyak 12 penumpang satu di antaranya bayi usia lima tahun terjebak sepanjang malam dalam kapal. Penumpang pada malam kejadian tidak bisa dievakuasi ke darat sebab kondisi hujan deras serta medan lokasi kapal kandas sulit diprediksi.

Benar saja saat kapal nelayan mencoba melakukan evakuasi pada pagi hari kemarin tidak bisa mendekat karena kandas. Termasuk speed boat karet sempat nyaris terbalik ketika hendak mendekat kapal.

Anggota DPRK Aceh Singkil, Jafriadi yang turun ke lokasi meminta pihak perusahaan pemilik kapal bertanggung jawab terhadap nasib penumpang serta kendaraan roda dua yang tidak bisa diturunkan dari kapal.

“Kita meminta perhatian atas nasib penumpang dan kendaraan penumpang,” katanya. Terkait hal itu Kepala Syahbandar Aceh Singkil Yanrizal di hadapan Jafriadi, menelepon pihak Pelni Meulaboh sebagai pemilik kapal. Dalam percakapan via telepon itu, pihak Pelni menyatakan bertanggung jawab terhadap penumpang dan kendaraan milik penumpang yang ada dalam kapal.

Berdasarkan data penumpang KM Perintis Sabuk Nusantara 35 Jakarta yaitu Rahmi Novila (29) dan Yurni (58). Kemudian Farida (60), Ahmad Alkawi (5), Abdan Al Khairi (lima hari), Agus Susantoro (53), Suryati (53), Rio (18), R Lubis (36), Syafrin (40), Idham Khalid (32) dan Khairul Ahmad (30). Setelah dievakuasi ke darat, sebagian penumpang diantar ke Pulau Banyak, menggunakan speed boat milik Dinas Perikanan Aceh Singkil.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved