Marah Soal Tol Pekanbaru-Dumai, Plt Gubernur Riau: Ini Kayaknya Pembangunan Tol Paling Lama di Dunia

Karena selama ini tidak mau koordinasi menyangkut pembebasan lahan tol Pekanbaru-Dumai di lapangan

Marah Soal Tol Pekanbaru-Dumai, Plt Gubernur Riau: Ini Kayaknya Pembangunan Tol Paling Lama di Dunia
Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim tidak bisa menahan amarahnya saat rapat progres pembangunan tol Pekanbaru - Dumai bersama pihak terkait di Kantor Gubernur Riau Rabu (26/9/2018). Ini disebabkan karena tidak ada progres dari rapat sebelumnya tiga bulan lalu. (Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution) 

"Saya punya Asdatun bisa dipakai secara gratis dari pada pakai yang lain, karena kita di Kejati juga sudah menyelesaikan PLN juga di Riau untuk pembebasan lahan, "ujar Uung Abdul Syakur.

Menurut Uung Abdul Syakur persoalan yang dihadapi dalam pembebasan lahan tol Pekanbaru hanya tinggal kemauan saja, karena sudah ada rambu yang harus dijalani.

Baca: Kepanikan di RSUD Poso Saat Gempa Donggala, Pasien Bawa Selang Infus Untuk Selamatkan Diri

Sebagaimana persoalan yang di hadapi dalam pembebasan lahan tol Pekanbaru-Dumai ini mulai dari pembebasan lahan konsesi yang rencananya pinjam pakai dari Kementerian LHK.

Kemudian masalah Barang Milik Negara Chevron yang mana lahan Chevron dimiliki masyarakat yang mempunyai sertifikat tanah.

"Saya juga sudah sering ditanya Jaksa Agung soal tol Pekanbaru-Dumai namun saya juga belum bisa jawab, jadi saya rasa tinggal kemauan kita sendiri, "ujarnya.

Baca: Video Tsunami di Palu Usai Gempa 7,7 SR, Mobil dan Motor Tersapu Gelombang Besar

Pihak Kementerian PURR yang hadir dalam rapat tersebut juga meminta petunjuk dari pihak Pemprov Riau dalam hal ini Plt Gubernur dan pihak Forkopimda untuk percepatan penyelesaian masalah pembebasan lahan tersebut.

PPK Pengadaan tanah Tol Kandis - Dumai Perwakilan Kementerian PURR, Eva Monalisa Tambunan mengakui ada keterlambatan progres pembangunan yang bermuara persoalannya pada pembebasan lahan.

"Memang kalau targetnya pembebasan lahan pada Agustus sudah selesai cuma kan sampai sekarang masih ada kendala di lapangan, kami akui itu, "ujar Monalisa kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: VIDEO Situasi Gempa 7,7 SR di Sulawesi Tengah, Bangunan dan Jalanan Rusak, Hingga Air Laut Naik

Namun pihaknya sudah punya progres kerja di lapangan bersama BPN terutama dan disepakati untuk pembebasan lahan tuntas Desember 2018.

"Untuk pembangunan fisik selesai Desember 2019 mendatang oleh pihak Hutama Karya," ujar Monalisa.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved