Pelamar CPNS jangan Percaya Calo

Para pelamar formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang saat ini sedang berlangsung di berbagai instansi pemerintah

Pelamar CPNS jangan Percaya Calo
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Anita Selfitri (tengah) korban calo PNS, saat konferensi pers di Kantor YARA Banda Aceh, Senin (25/9/2018). 

* Tes Serentak pada 23 Oktober 2018

BANDA ACEH - Para pelamar formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang saat ini sedang berlangsung di berbagai instansi pemerintah, diingatkan untuk tidak percaya kepada calo atau pihak-pihak yang mengaku bisa mengurus untuk meluluskannya sebagai PNS. Sebab, proses seleksi dan tes dilakukan dengan sistem komputer yang hasilnya bisa diketahui pada saat yang sama.

Kepala Kantor Regional (Kanreg) XIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Banda Aceh, Makmur Ibrahim SH MHum yang didampingi Kepala Tata Usaha Untung Pujianto, Kabid Informasi Kepegawaian, dan sejumlah pejabat Kanreg XIII BKN Banda Aceh lainnya, mengingatkan hal itu saat mengunjungi Redaksi Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang, Aceh Besar, Kamis (27/9).

Menurut Makmur, proses seleksi dan tes CPNS sekarang ini, dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) secara terbuka dan transparan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), di mana pesertanya bisa langsung mengetahui lulus atau tidak pada saat yang sama. “Jadi, tidak ada celah bagi pihak luar atau siapa pun yang bisa membantu peserta pada saat testing dengan sistem komputer itu,” katanya.

Oleh karena itu, ulas Makmur, ia sangat menyayang jika ada warga masyarakat yang masih saja terkecoh dan percaya dengan calo. Sebagai bukti, ia menunjukkan fakta yang menjadi berita utama Serambi Indonesis edisi Selasa (25/9) lalu bahwa ada 19 orang Aceh yang ditipu calo CPNS sehingga rugi ratusan juta rupiah.

“Menyikapi masalah ini, kita sudah membuat imbauan kepada pimpinan daerah di Aceh untuk mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada calo yang menjanjikan kelulusan CPNS,” ujarnya.

Dalam imbauan tertanggal 25 September 2018 yang ditujukan kepada Plt Gubernur Aceh dan bupati/wali kota se-Aceh, Kanreg XIII BKD Banda Aceh meminta agar hal itu disosialisasikan dengan cara membuat spanduk/baliho yang isinya menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak percaya/tertipu terhadap calo dan/atau pihak mana pun yang berjanji dapat kelulusan CPNS. “Spanduk/baliho ini kami minta dipasang pada lokasi yang strategis, agar masyarakat bisa mengetahuinya,” kata Makmur.

Ia jelaskan, bagi peserta yang ingin sukses mengikuti proses seleksi/tes CPNS tersebut tidak ada pilihan lain, kecuali terus belajar dan mengasah kemampuannya dengan mengikuti berbagai petunjuk dan panduan yang ada. “Sekarang banyak bimbingan belajar agar sukses tes CPNS, termasuk BKD sendiri menyediakan panduan yang bisa dilihat di website: simulasi.cat.go.id,” ujarnya.

Formasi CPNS Aceh
Terkait formasi CPNS 2018 di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh, Makmur mengatakan bahwa untuk tingkat provinsi dibutuhkan 779 orang, dengan formasi terbanyak untuk guru dan tenaga kesehatan. Demikian pula untuk kabupaten/kota, semuanya membuka peluang penerimaan CPNS, kecuali lima kabupaten/kota yang tidak menerima, yaitu Pemkab Aceh Utara, Abdya, Bener Meriah, Pemko Lhokseumawe, dan Subulussalam.

Sedangkan pemerintah kabupaten/kota lainnya di Aceh yang menyediakan formasi CPNS 2018 ini, urai Makmur, masing-masing Pemkab Aceh Besar 266 formasi/orang, Pidie (266), Aceh Timur (250), Aceh Selatan (232), Aceh Barat (240), Aceh Tengah (182), Aceh Tenggara (64), Simeulue (240), Bireuen (336), Aceh Singkil (247), Gayo Lues (273), Aceh Tamiang (250), Nagan Raya (154), Aceh Jaya (320), Pidie Jaya (242), Pemko Sabang (134), Banda Aceh (273), dan Langsa (206).

Makmur menambahkan, semua informasi terkait formasi penerimaan CPNS 2018 termasuk pendaftarannya, bisa diakses melalui website: sscn.bkn.go.id. Sedangkan proses seleksi/tes akan dilaksanakan secara serentak pada 23 Oktober 2018 mendatang di beberapa lokasi terpisah, yang bisa dijangkau oleh peserta dari kabupaten/kota berdekatan.

Lokasi-lokasi tempat tes yang telah diusulkan oleh Kanreg XIII BKN Banda Aceh masing-masing: Di Kanreg XIII untuk peserta provinsi, Banda Aceh (untuk peserta Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya); Bireuen (peserta Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Pidie Jaya).

Kemudian di Takengon (peserta Aceh Tengah dan Bener Meriah); Langsa (peserta Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang); Meulaboh (peserta Aceh Barat dan Nagan Raya); Tapaktuan (peserta Aceh Selatan, Abdya, Aceh Singkil, dan Subulussalam); Kutacane (peserta Aceh Tenggara dan Gayo Lues), dan Sinabang bagi peserta Simeulue.

“Jadi, sekali lagi, kita imbau dan harapkan kepada semua peserta untuk tidak percaya pada calo. Percayalah pada kemampuan sendiri dengan terus belajar dan melengkapi semua persyaratan yang diminta serta ikuti petunjuk-petunjuk yang ada,” tutupnya. (ask)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved