Geliat Cincin Api Pasifik

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Geliat Cincin Api Pasifik
Gempa Donggala, Sulawesi Tengah 

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan gempa yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) disebabkan aktivitas sesar aktif pada zona sesar Palu-Koro yang berarah baratlaut-tenggara. Hal ini didasari posisi dan kedalaman pusat gempa.

Kepala PVMBG, Kasbani mengatakan, episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 119, 850 BT; 0,180 LS, dan kedalaman 10 kilometer yang diawali dengan kejadian gempa bumi awal dan diikuti oleh serangkaian gempa bumi susulan.

Kondisi geologi daerah terkena gempa, menurut Kasbani umumnya disusun oleh batuan berumur pra-tersier, tersier dan kuarter. Batuan berumur pra-tersier dan tersier tersebut sebagian telah mengalami pelapukan.

Batuan berumur pra-tersier dan tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan kuarter tersebut umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated). “Kondisi geologi seperti ini bersifat memperkuat efek goncangan gempa,” tulis Kasbani dalam rilis PVMBG yang diterima Serambi, Jumat sore kemarin.

Cincin api Pasifik
Sementara itu Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natwidjaya mengatakan Indonesia memang rentan terjadi gempa karena bagian dari Cincin Api Pasifik.

“Seluruh wilayah Indonesia bagian wilayah Cincin Api Pasifik. Bahkan Pulau Sulawesi memiliki kegiatan teknik cukup tinggi,” jelasnya saat live di Kompas TV.
Menurut Danny, gempa tidak bisa diprediksi namun bisa diminimalisir efek yang ditimbulkan, seperti membuat peta bahaya gempa Indonesia atau zonasi rawan gempa sehingga warga bisa menyesuaikan konstruksi bangunan.(*/nasir nurdin)

rentetan gempa dan
kawasan terdampak

* Gempa 7,7 SR yang dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 SR telah memunculkan kerusakan dan korban jiwa (data sementara hingga tadi malam sebanyak tujuh orang ditemukan meninggal)
* Kawasan yang diterjang tsunami meliputi pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Kabupaten Donggala
* Data BMKG, gempa pertama mengguncang pukul 13:59:56 WIB berkekuatan 5.9 SR, lokasi 0,35 LS, 119,82 BT, 61 Km arah utara Palu, kedalaman 10 Km
* Hingga pukul 18.06 WIB, Jumat (28/9) terjadi gempa susulan masing-masing pukul 13.59 WIB (5,9 SR), pukul 14.28 WIB (5,0 SR), pukul 15.25 WIB (5,3 SR),pukul 17.02 WIB (7,7 SR), pukul 17.14 WIB (6,1 SR), pukul 17.25 WIB (5,9 SR), pukul 17.39 WIB (5,5 SR), pukul 17.47 WIB (5,0 SR), pukul 18.06 WIB (5,4 SR).

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved