Tafakur

Menerobos Lampu Merah

Islam telah lama disahkan oleh Allah sebagai agama yang sempurna. Ini suatu rahmat yang luar biasa bagi umat manusia dan bahkan seluruh alam

Menerobos Lampu Merah
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan aku cukupkan atasmu nikmatku, dan Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu” (QS. Al Maidah: 3).

Islam telah lama disahkan oleh Allah sebagai agama yang sempurna. Ini suatu rahmat yang luar biasa bagi umat manusia dan bahkan seluruh alam. Sebab, manusia memperoleh suatu petunjuk yang sempurna dalam hidup ini. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang mempersempit makna ajaran Islam.

Disebut mempersempit karena ajaran Islam hanya digunakan sebahagian-sebahagian. Sedang di banyak hal, misalnya, di jalan raya, nilai-nilai Islam tidak mau dijalankan. Seolah-olah di jalan raya tak sampai ajaran Islam. Di antaranya, tak ada kemauan untuk memberikan hak orang lain. Misalnya, di saat lampu merah menyala pertanda harus berhenti di jalan agar orang lain bisa menggunakan hak jalannya, banyak orang yang berani menerobos begitu saja. Bahkan itu sudah dianggap hal yang biasa dan hal kecil.

Padahal sebenarnya itu bukan hak kecil dan tak patut dianggap biasa. Menerobos saat lampu merah menyala termasuk perbuatan mengambil hak orang lain. Seharusnya orang lain bisa menggunakan haknya dengan mudah dan leluasa, tanpa membahayakan nyawanya. Bila orang lain terancam dan bahkan celaka akibat kecerobohan kita, jelas itu berdosa yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved