Ratusan Murid Diliburkan

Ratusan murid dari dua sekolah dasar (SD) yakni SDN 5 di Desa Reungkam dan SDN 3 Desa Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu

Ratusan Murid Diliburkan
Aparat TNI bersama BPBD Aceh Selatan langsung dikerahkan ke lokasi setelah banjir di Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon Tengah, Minggu (9/9/2018) sekira pukul 08.00 WIB untuk melakukan pembersihan lumpur. 

* Ekses Sekolah Terendam Banjir

LHOKSUKON - Ratusan murid dari dua sekolah dasar (SD) yakni SDN 5 di Desa Reungkam dan SDN 3 Desa Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, sejak Rabu (26/9) hingga Jumat (28/9), diliburkan karena kedua sekolah tersebut terendam banjir. Bahkan, kondisi ini akan berlanjut hingga Sabtu (29/9) hari ini, mengingat banjir yang merendam sekolah itu belum surut.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan rumah di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, yakni Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, Matangkuli, dan Pirak Timu pada Rabu (26/9) lalu, terendam banjir akibat tanggul sungai jebol. Di Lhoksukon, sejumlah desa terendam banjir karena jebolnya dua titik tanggul Krueng Peutoe di Desa Kumbang. Bahkan, banjir luapan ini sampai merambah hingga ke desa di Kecamatan Cot Girek. Sedangkan di Kecamatan Matangkuli, ada 20 desa terendam karena meluap air dari Krueng Keureuto. Tak ketinggalan, Kecamatan Pirak Timu juga ikutan terkena banjir luapan dari Krueng Peutoe dan Krueng Pirak.

“Tadi pagi (kemarin pagi-red), SD di desa kami (Reungkam) masih libur, karena lantai sekolah masih terendam banjir,” kata Mukim Matangkuli Timu, Kecamatan Pirak Timu, A Rahman kepada Serambi, Jumat (28/9). “Begitu juga dengan kondisi SD di Desa Asan Krueng Kreh, yang sampai saat ini masih terendam,” imbuhnya.

Sedangkan, genangan air di rumah warga, jelasnya, sudah mulai mengering, sehingga warga pun mulai membersihkan lumpur yang dibawa banjir. “Tapi, dalam kebun warga ketinggian air masih tinggi, sekitar 70 centimeter. Hanya di jalan dan di dalam rumah saja yang mulai kering,” ucapnya.

Keuchik Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, Jufriadi kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, pihak konsultan sudah turun ke lokasi untuk melihat titik tanggul sungai yang jebol. Karena itu, ia berharap perbaikan tanggul tersebut bisa direalisasikan secepatnya, sehingga ketika hujan mengguyur, air luapan tidak lagi merendam rumah warga.

“Kemarin, persoalan ini sudah kami sampaikan ke Pemkab Aceh Utara untuk ditangani secepatnya. Sebab, jika lamban penanganannya, rawan terjadi banjir lagi di kawasan kami. Selain itu, tanggul yang jebol juga akan bertambah parah lagi,” pungkas Keuchik Kumbang.

Tanggul Jebol Segera Diperbaiki
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara dan menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan tanggul yang jebol tersebut.

“Bukan hanya dua titik, tapi ada empat titik lagi yang akan diperbaiki sekaligus dengan dua titik yang jebol di Desa Kumbang. Jadi, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 75 juta, tapi pelaksanaannya oleh BPBD karena ini masuk kategori bencana alam. Sedangkan, kami hanya menghitung anggaran dan teknis pelaksanaannya saja,” ujar Edi Anwar.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved