Resign Demi Kemanusiaan

NAMANYA Mulya SKep Ns (25). Dia adalah relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia

Resign Demi Kemanusiaan
Mulya SKep Ns

NAMANYA Mulya SKep Ns (25). Dia adalah relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh. Saat ini dia sedang fokus mengurusi korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Saya berasal dari Bireuen, bang,” katanya mengawali perbincangan dengan wartawan Serambi, Masrizal bin Zairi dan empat media lain di lobi Hotel Amaia di Mataram, Selasa (25/9) pagi.

Pagi itu, pria hitam manis ini mengenakan seragam safari MRI ACT warna hitam. Selama kami di Lombok dari 24-28 September 2018, Mulya menjadi pemandu perjalanan kami ke lokasi-lokasi bencana. Sesekali senyumnya mengembang saat berbincang dengan kami tentang pengalamannya selama di Lombok.

Saat ini Mulya bertugas sebagai Koordinator Bagian Medis Posko ACT Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Dia tiba di Lombok pada 20 Agustus bersama lima rekannya. Namun yang bertahan sampai saat ini hanya Mulya dan Ilham Ridwan, relawan ACT asal Aceh yang bertugas di Kecamatan Kayangan.

Ada hal menarik dari sosok Mulya selain menjadi relawan kemanusiaan. Pria kelahiran 1993 ini ternyata awalnya adalah seorang staf akademik di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Harapan Bangsa Darussalam, Banda Aceh.

Demi kemanusiaan, dia kemudian menanggung segala risiko dengan meninggalkan semua kegiatannya di dunia kampus yang telah dia jalani sejak 2017. “Saya ke sini resign dari kampus,” katanya tentang awal perjalanannya ke Lombok pasca gempa.

“Memang sempat dipertanyakan kenapa resign. Tapi saya jelaskan bahwa di sini lebih penting, di sini ada misi yang lebih penting. Banyak masyarakat membutuhkan (pertolongan) di sini. Jadi kalau di kampus itu bisa diganti dengan kawan-kawan lain. Tapi kalau di sini sangat kecil kemungkinan apalagi di bidang medis, sangat dibutuhkan (masyarakat),” ungkapnya.

Memang tidak semua orang bisa seperti Mulya. Bagi Mulya membantu orang banyak lebih berarti dalam hidupnya ketimbang bekerja untuk diri sendiri.

Sifat membantu tersebut sudah dirasakan Mulya sejak ia kecil sebelum resmi menyandang status sebagai relawan bencana.

Bahkan, Mulya terus menanamkan pesan agama dalam dirinya setiap terjun ke lokasi bencana. “Ustaz selalu bilang kalau kita sering membantu orang maka urusan kita juga dimudahkan oleh Allah,” katanya meniru ucapan sang ustaz.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved