Masih 704 Paket Proyek APBA 2018 belum Terealisasi

Dari 3.195 paket proyek APBA 2018 senilai Rp 5,03 triliun yang akan dilelang terbuka, sampai 28 September 2018

Masih 704 Paket Proyek APBA 2018 belum Terealisasi
DOK SERAMBINEWS.COM
Ketua DPRA, Tgk Muharuddin 

* Tak Cukup Waktu jangan Dipaksakan

BANDA ACEH - Dari 3.195 paket proyek APBA 2018 senilai Rp 5,03 triliun yang akan dilelang terbuka, sampai 28 September 2018 masih ada 704 paket proyek lagi yang belum terealisasi di lapangan.

“Proyek yang belum terealisasi itu, di antaranya 301 paket atau sebesar 11 persen, berstatus belum teken kontrak dan 439 paket lagi atau 15 persen berstatus sudah ada penetapan pemenangnya, tapi kontraktornya belum melaksanakan proyek di lapangan,” ungkap Ketua DPRA, Tgk Muharuddin MM kepada Serambi, Minggu (30/9).

Informasi tentang masih adanya 704 paket proyek APBA 2018 yang dipergubkan pada Maret lalu itu, belum terealisasi di lapangan, kata Muharuddin, dia ketahui dari website P2K Setda Aceh.

Untuk 301 paket proyek yang belum teken kontrak, sebut Muhar, tersebar di 20 satuan kerja perangkat Aceh (SKPA). Paling banyak Dinas Pendidikan Aceh, mencapai 89 paket, disusul Dinas Perkim 38 paket, ketiga Dinas PUPR 32 paket.

Selain itu, Dinas Kesehatan 31 paket, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 24 paket, Dinas Sosial 19 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 12 paket, Dinas ESDM 9 paket, dan lainya rata-rata di bawah 8 paket.

Berikutnya untuk paket proyek yang sudah ada pemenangnya, tapi kontraktornya belum kerja, sebut Muhar, paling banyak Dinas PUPR mencapi 157 paket, kedua Dinas Perkim 90 paket, ketiga Dinas Pendidikan 54 paket.

Selain itu, Dinas Pengairan 49 paket, Dinas Kesehatan 26 paket, Dinas Pertanian dan Perkebunan 15 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 13 paket, Dinas ESDM 11 paket, dinas lainnya di bawah 7 paket.

Ketua DPRA menyarankan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan SKPA agar proyek fisik, misalnya, pembangunan gedung besar, jalan, jembatan, waduk, dan bendungan irigasi yang sudah ada pemenang tapi kontraktornya belum bekerja di lapangan, karena ragu dan takut tidak cukup waktu maka jangan dipaksakan pekerjaannya. Alasan proyek itu tidak akan selesai pada akhir tahun nanti lebih baik diluncurkan untuk tahun depan.

Begitu juga dengan 301 paket proyek yang belum teken kontrak, Muhar menyarankan hal yang sama, yakni jangan dipaksakan pekerjaannya. Dibuat saja berita acaranya untuk diluncurkan tahun depan. Cara ini lebih aman dan mengurangi jumlah paket proyek putus kontrak dan mangkrak. Karena banyak juga proyek yang putus kontrak pada tahun lalu, proyeknya tidak berlanjut tahun ini, dengan berbagai masalah yang muncul di lapangan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help