Salam

Saatnya Kita Membantu Palu

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerukan seluruh lapisan masyarakat di Aceh untuk segera membantu

Saatnya Kita Membantu Palu
Seorang lelaki mencari barang-barang dari rumahnya yang rusak di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa kuat dan tsunami melanda daerah itu sehari sebelumnya. Hampir 400 orang tewas ketika gempa dan tsunami di Kota Palu.(AFP PHOTO / Bay ISMOYO) 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerukan seluruh lapisan masyarakat di Aceh untuk segera membantu warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang ditimpa bencana gempa dan tsunami, Jumat (28/9) sore.

Nova mengimbau masyarakat Aceh untuk membantu korban gempa dan tsunami Sulteng dengan cara berdonasi melalui rekening yang dibuka di bawah koordinator Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terhitung Senin,1 Oktober 2018.

Hal itu dikatakan Nova menjawab Serambi, Sabtu (29/9), terkait upaya dan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Mari sama-sama kita bantu saudara kita di Palu dan Donggala yang kini ditimpa musibah,” kata Nova yang ketika dihubungi sedang berada di Malaka, negara bagian Malaysia, untuk menghadiri acara IMT-GT.

Nova mengajak semua pihak agar bergerak cepat mengumpulkan donasi dari semua elemen masyarakat. Sama seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh ketika membantu korban gempa Lombok, NTB pada Agustus lalu.

Pembaca yang budiman, apa yang diserukan Plt Gubernur Aceh itu sungguh sesuatu yang sangat humanis dan mulia. Sesuatu yang memungkinkan kita untuk berbuat baik, berbuat kebajikan demi meringankan beban saudara-saudara kita sebangsa, setanah air, bahkan seiman di Palu dan Donggala sana yang ditimpa musibah.

Seruan yang disampaikan Plt Gubernur Aceh itu haruslah kita respons sebagai ajakan yang memantik empati dan simpati kita untuk berbagi dan saling memahami hakikat kehidupan. Bahwa begitulah hidup ini, adakalanya kita yang ditimpa musibah, di lain waktu orang lain. Adakalanya kita memberi, adakalanya kita yang menerima.

Nah, dalam kaitan ini kita di Aceh tergolong masyarakat yang paling tahu makna bencana atau musibah. Kita pernah merasakan bencana gempa berkekuatan 9,3 skala Richter yang memicu tsunami dahsyat pada tahun 2004. Akibatnya, 1.600 km garis pantai Aceh porak-poranda dan total kematian di 12 negara mencapai 420.000 orang.

Setelah itu, kita bangkit bersama empati, simpati, dan donasi dunia. Tercatat 53 negara membantu Aceh saat itu untuk kembali bangkit. Dan ternyata kita mampu bangkit. Nah sekarang, empati, solidaritas, dan donasi seperti pernah diterima Aceh itulah yang diharapkan saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Rakyat Lombok sudah kita bantu semampu kita. Dari donasi yang terkumpul Rp 1,5 miliar, Pemerintah bersama masyarakat Aceh membangun kembali Masjid Annur Lombok yang hancur total dan kini sedang dibangun.

Untuk Palu dan Donggala pun minimal bisa kita sumbang satu masjid. Akan sangat spektakuler jika total sumbangan rakyat Aceh nantinya bisa untuk membangun kembali Masjid Apung Palu atau Masjid Argam Bab Al Rahman yang terkenal itu. Masjid yang dibangun di atas Pantai Talise, Kota Palu, itu porak-poranda dihantam tsunami. Kitalah yang akan membantu pembangunannya dan tak akan jatuh miskin orang yang bersedekah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved