"Berserinen" dalam Saman Persaudaraan Sampai Akhir Hayat

Seminar tersebut salah satu agenda festival budaya saman yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Pemkab Gayo Lues.

SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Dr Radjab Bahri saat berbicara dalam "Seminar Saman" di Kemendikbud Jakarta, Selasa (2/10/2018). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Salah satu nilai penting yang terkandung dalam budaya saman adalah terjalinnya ikatan persaudaraan antarwarga yang disebut "berserinen."

Nilai "berserinen" itu ditemukan dalam peristiwa "bejamu saman" antara satu kampung dengan kampung lainnya. Ikatan persaudaraan itu berlangsung sampai akhir hayat.

Itu disampaikan Dr Radjab Bahri dalam seminar saman yang berlangsung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Ini Alasan BKN Perpanjang Masa Pendaftaran CPNS 2018 hingga 15 Oktober 2018

Seminar tersebut salah satu agenda festival budaya saman yang diselenggarakan oleh Kemendikbud dan Pemkab Gayo Lues dalam program Platform Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah "saman roa lo roa ingi" atau saman dua hari dua malam, workshsp saman, saman bale asam dan lain-lain di Gayo Lues mulai 8 Oktober sampai 24 November 2018.

Radjab Bahri menjelaskan, dalam "bejamu saman" akan hadir grup saman dari kampung berbeda.

Sempat Menentang Tompi, Fahri Hamzah Kini Tuntut Ratna Sarumpaet Minta Maaf Jika Terbukti Sandiwara

Antara grup saman yang datang dengan tuan rumah akan terjalin persaudaraan yang sangat erat disebut "berserinen".

"Jadi saman itu bukan hanya tari atau syair saja. Melainkan memiliki nilai persaudaraan yang kuat. Menghimpin persatuan dan kesatuan. Jika sudah demikain maka tidak ada lagi namanya perang saudara atau perkelahian antarkampung. Demikian kuat persaudaraannya," ujar Radjab Bahri, yang juga pengajar di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Radjab Bahri juga pemain saman sejak 1963, pernah memainkan saman di Istana Negara 1967, Taman Mini 1973 dan Festival Jakarta pada 1978.

Beredar Foto dan Video Gunung Soputan Sulawesi Utara Meletus, BNPB: Hoax, Abaikan, dan Delete

Peneliti Budaya Saman, Muhsin Putra Hafiz, MA dalan seminar yang sama mengusulkan agar "filosofi berserinen" dari Gayo Lues itu diadopsi secara nasional dalam rangk memperkuat persaudaraan, persatuan dan kesatuan berbangsa.

"Saya usulkan kukuhkan dalam bentuk qanun," ujar Muhsin.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved