Bertemu ‘Jantho’ di Pulau Jersey

PULAU Jersey terletak di selatan pantai Inggris dan hanya 12 mil dari Semenanjung Cotentin di Prancis

Bertemu ‘Jantho’ di Pulau Jersey
MUKHLISIN SPd

OLEH MUKHLISIN SPd, Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Jantho, Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), melaporkan dari Jersey, Inggris

PULAU Jersey terletak di selatan pantai Inggris dan hanya 12 mil dari Semenanjung Cotentin di Prancis sehingga kita bisa melihat Prancis dengan kasatmata dari Jersey. Meski demikian, Jersey yang beribu kota St Herlier diperintah oleh monarki Inggris dan memiliki mata uang sendiri serta beberapa kebebebasan untuk mengatur administrasi pemerintahan sendiri.

Dari Inggris biasanya orang akan bepergian ke Jersey dari Bandara Gatwich di London ke Bandara Jersey dengan waktu penerbangan 45 menit. Letak pulaunya hampir sama dengan Pulau Weh, Sabang, kecuali iklim dan suhunya yang lebih dingin karena dipengaruhi oleh embusan angin dari dataran Prancis.

Dari beberapa hal yang bisa kita pelajari dari pulau kecil ini saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana konsep kebun binatang (zoo) dan bagaimana masyarakat Jersey mencintai lingkungannya serta makhluk hidup. Di Pulau Jersey ada sebuah kebun binatang bernama Jersey Zoo yang sangat terkenal di Eropa, bahkan di dunia. Kontribusi mereka di dunia konservasi tidak hanya di Pulau Jersey, tapi meluas ke seluruh penjuru dunia mulai dari Afrika hingga Asia, termasuk Sumatera.

Kebun binatang ini memiliki tujuan untuk mencegah satwa liar dari kepunahan dan menghubungkan banyak orang untuk mengenal lebih dekat satwa liar di alam bebas. Selain penduduk asli Jersey banyak juga wisatawan, terutama dari Inggris dan negara Eropa lainnya berkunjung ke kebun binatang ini. Tidak hanya keuntungan dari pendapatan tiket masuk yang dijual, pihak kebun binatang pun berharap mereka dapat mengajak pengunjung untuk mencitai alam dan satwa liar, menyumbang untuk program konservasi di seluruh dunia, terlebih di daerah habitat asli beberapa satwa di Kebun Binatang Jersey.

Kebun binatang yang didirikan oleh seorang konservasionis dan naturalis, Gerald Durrel pada tahun 1959 ini, tidak terlalu besar untuk kategori zoo di Eropa. Jenis satwanya pun tak terlalu banyak, tapi cara mereka menangani kehidupan satwa di kebun binatang dianggap cukup berhasil. Bentuk kandang dan tempat beraktivitas satwa dibuat sealami mungkin, seperti di habitatnya masing-masing dan ditanami pepohonan dan dipagari, sehingga satwa penghuni masih bisa leluasa bergerak.

Di kebun binatang ini beberapa satwa yang sudah terancam punah di alam liar berhasil dikembangbiakkan . Beberapa di antaranya merupakan satwa endemik Indonesia, seperti jalak bali, berang-berang sumatra, dan orangutan.

Sebagian keuntungan dari pengelolaan kebun binatang dan penggalangan dana lainnya disumbangkan untuk proyek konservasi guna menyelamatkan satwa liar di seluruh dunia. Kotak-kotak amal disediakan di setiap sudut kebun bintang dengan ajakan pengunjung berpartisipasi menyumbang untuk proyek konservasi. Biasanya ada staf kebun binatang yang bertugas menjelaskan kepada pengunjung tentang masing-masing satwa, termasuk masalah kelestarian dan kerusakan habitat untuk beberapa satwa yang terancam punah.

Pihak kebun binatang juga secara aktif mengirim stafnya dan tenaga ahli untuk membantu menyuksekan program konservasi di berbagai pelosok dunia, seperti membantu staf lokal di Madagaskar dan Mauritius untuk mengajari mereka melakukan pengembangbiakan beberapa jenis burung dan primata yang terancam punah.

Di dalam kompleks kebun binatang ini ada sebuah gedung dengan arsitektur lama yang digunakan sebagai tempat kursus (training), namanya Durrell Conservation Academy. Setiap tahun mereka membuka kursus untuk umum, terutama pekerja konservasi dan staf kebun binatang. Ada beberapa jenis kursus, mulai dari yang hanya dua minggu hingga tiga bulan. Hal inilah yang menjadikan alasan utama saya berkunjung ke Pulau Jersey.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved