Al Urwatul Wutsqa Sempurna

Al Urwatul Wusta Krueng Mane, Aceh Utara, membungkam Al Ittihad Mangelawa Dompu, Nusa Tenggara Barat

Al Urwatul Wutsqa Sempurna
MANAJER Al Urwatul Wutsqa, Ade Zulfadhli, memberikan instruksi kepada pemainnya saat jeda melawan Al Ittihad pada lanjutan LSN Tingkat Nasional di Lapangan Kota Barat, Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/10) pagi. 

SURAKARTA - Al Urwatul Wusta Krueng Mane, Aceh Utara, membungkam Al Ittihad Mangelawa Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), 3-0, pada pertandingan terakhir grup E Liga Santri Nusantara (LSN) Tingkat Nasional Tahun 2018, kemarin. Dengan hasil itu, juara Regional Sumatera 1 Aceh ini tampil sebagai juara grup dengan nilai sembilan dan lolos ke babak 16 besar.

Sementara bagi Al Ittihad yang merupakan wakil Nusa Tenggara 3, hasil buruk itu membuat mereka gagal melewati fase grup. Pasalnya, pada saat yang sama di lapangan terpisah, juara Regional Nusa Tenggara 2, Nahdlatus Shaufiah unggul 4-1 atas utusan Regional Kalimantan 3, Al Falah Putera Banjar Baru Kalimantan Selatan. Dengan raihan enam poin, Nahdlatus Shaufiah berhak mendampingi Al Urwatul Wutsqa ke 16 besar.

Duel Al Urwatul Wutsqa versus Al Ittihad yang dipentaskan di Lapangan Kota Barat, Solo, Jawa Tengah, berlangsung dalam tensi tinggi. Pasalnya, pemain kedua tim sama-sama ngotot untuk menang agar bisa lolos ke babak berikutnya.

Al Urwatul Wutsqa yang dimanajeri Ade Zulfadhli berhasil unggul 1-0 berkat sundulan Yafizh Yaziz pada menit 19. Gol itu menambah semangat anak asuh Samsul Bahri Papi dan Ikhsan Zulkifli. Hasilnya, pada menit 31 gawang Al Ittihad kembali bergetar setelah hentakan Yafizh Yaziz tak mampu dijangkau kiper Mangelawa Dompu, Muhammad Anugerah. Skor 2-0 untuk skuad asal Krueng bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Al Urwatul Wutsqa melalui andalannya Faizun, Rianda Al Kahar, Mulya Riski, Ilham Mahfudzillah, dan Muhammad Haikal Aqshar, kembali mencoba memegang kendali permainan. Tapi, usaha Revi Ajral Saputra, Qismullah, Mulya Munizar, Rahmad Riski, dan Muhammad Sultan Riski, beberapa kali mampu dipatahkan barisan bawah NTB yang dimotori Immunnas, Fabian Suhendra, Firas, dan Muhammad Edo Tirta Yudha.

Pun demikian, anak-anak Krueng Mane tak menyerah. Mereka terus berusaha masuk ke kotak penalti lawan. Kegigihan punggawa Al Urwatul Wutsqa kembali membuahkan hasil setelah tendangan keras Muhammad Sultan Riski pada menit 59 memaksa penjaga gawang NTB memungut bola dari sarangnya untuk ketiga kali.

Ketinggalan 0-3 membuat pemain Al Ittihad seperti M Wawan, Andito Yanuar, Ari Hanggara, Muhaimin, Afrian, dan Fahrul Anas berusaha untuk bangkit. Tapi, tak mudah bagi mereka untuk menembus kokohnya benteng pertahanan Al Urwatul Wutsqa. Akibatnya, gol yang dinanti kubu NTB tak juga tercipta hingga laga usai.

Hasil tersebut disambut sukacita oleh pemain cadangan, ofisial, serta manajer dan wakil manajer Al Urwatul Wutsqa, Ade Zulfadhli dan Syech Mulyadi.

Pada babak 16 besar di Stadion Mini Bekonang, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (4/10) sore ini pukul 15.40 WIB, Al Urwatul Wutsqa akan menantang runner-up grup A yaitu juara Regional Jawa Timur 4 Madura, Pondok Pesantren Al Asror Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Laga Al Urwatul Wutsqa versus Al Ittihad dalam lanjutan Liga Santri Nusantara (LSN) Tingkat Nasional Tahun 2018 di Lapangan Kota Barat, Solo, Rabu (3/10) pagi, diwarnai hujan kartu. Tiga kartu kuning dan empat kartu merah melayang dari kanyong wasit.

Kurang tegasnya pengadil juga menjadi salah satu penyebab pertandingan itu memanas. Wasit juga terlalu royal dalam memberikan kartu. Akibatnya, tiga kartu kuning dan dua kartu merah diberikan kepada pemain Al Urwatul Wutsqa. Padahal, pelanggaran yang dilakukan masih sebatas ringan.

Pertandingan sempat terhenti akibat pemain NTB melakukan protes berlebihan saat pemain Al Urwatul Wutsqa yang terjatuh dianggap memperlambat tempo pertandingan. Saling dorong dan adu jotos juga sempat terjadi.

Dua pemain Al Urwatul Wutsqa yaitu Faizun dan Muhammad Sultan Riski serta seorang pemain NTB dikartumerahkan oleh wasit. Efeknya, Faizun dan Muhammad Sultan Riski dipastikan absen pada babak 16 besar sore nanti.

Tak hanya pemain, Manajer NTB yang melakukan protes berlebihan kepada wasit juga tak luput dari kartu merah. Suasana panas terus berlangsung hingga ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, tempat pemain menginap. Hal itu terjadi karena pelatih NTB terlalu memprovokasi pemainnya. Kondisi baru ‘cair’ kembali setelah panitia meminta pemain dan ofisial kedua tim untuk saling maaf memaafkan.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved