Antrean Truk Bertambah

Truk yang antre di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat, jumlahnya terus bertambah

Antrean Truk Bertambah
SEKITAR 50 truk tujuan Sinabang (Simeulue) menumpuk di Pelabuhan Samatiga, Aceh Barat, Rabu (3/10). Bertambahnya jumlah truk karena tidak terangkut sejak Jumat lalu karena kapal gagal sandar di pelabuhan setempat. 

* Kepastian Pelayaran Tergantung Cuaca

MEULABOH - Truk yang antre di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat, jumlahnya terus bertambah. Jika sebelumnya 30 unit, kini menjadi 50 unit. Truk-truk tersebut menunggu pelayaran dari daratan Aceh dengan tujuan Sinabang, Simeulue, yang pada Minggu lalu tidak terangkut karena kapal feri Teluk Sinabang gagal bersandar. Namun, kepastian pengangkutan jalur laut tersebut sangat tergantung kepada gelombang laut.

Amatan Serambi, Rabu kemarin, truk yang menumpuk di pelabuhan berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh serta Sumatera Utara. Selain membawa berbagai alat kelengkapan rumah tangga, sembako, juga mengangkut kelapa sawit. Truk tersebut menumpuk sejak pekan lalu dan terus bertambah.

Beberapa awak truk berharap pelayaran Meulaboh-Sinabang kembali lancar, apalagi mereka sudah sepekan terakhir menunggu dan bermalam di pelabuhan Samatiga, karena tidak ada pelayaran akibat gagal sandar pada hari Jumat dan Minggu pekan lalu. “Bila kami berangkat ke pelabuhan Labuhan Haji Aceh Selatan perjalanan lebih jauh. Harapan kami bisa kembali lancar di pelabuhan ini,” kata Ramli Basyah, seorang awak truk, kemarin.

Kepala Perwakilan ASDP Meulaboh, Desrizal Marbeth yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, KMP Teluk Sinabang hingga Rabu masih dalam perbaikan rampdoor kapal di Sinabang. “Masih perbaikan, namun ASDP sudah menjadwalkan pada Kamis sore kembali berlayar ke Meulaboh. Dijadwalkan pada Jumat pagi tiba di Meulaboh,” kata Desrizal.

Ia mengungkapkan, jadwal kembali itu sesuai dengan jadwal pelayaran ke Meulaboh, seperti yang sudah ditetapkan selama ini sepekan dua kali. Namun demikian, pihak ASDP tetap akan memantau perkembang gelombang laut atau cuaca serta alur ombak di dermaga. “Harapan kita alur ombak dan gelombang laut normal, sehingga tidak ada gangguan gagal sandar seperti pada Jumat dan Minggu lalu,” jelasnya.

Diakuinya, jumlah truk yang akan dibawa di Pelabuhan Samatiga tujuan Sinabang terus bertambah. Peningkatan jumlah truk karena tidak terangkut pada pekan lalu akibat kapal berangkat kosong ke Sinabang dari Meulaboh.

Pihak ASDP berharap, persoalan alur dermaga segera ditangani oleh pemerintah, sehingga kasus gagal sandar yang terjadi berulang kali, tidak terjadi lagi ke depan. Apalagi pelayaran Meulaboh-Sinabang atau sebaliknya sudah dibuka sejak Agustus 2016 lalu. Selain gagal sandar, juga tali kapal putus. Kapal pun tidak dapat bertahan lama di pelabuhan, sehingga ketika tiba harus segera berlayar kembali.

Kadis Perhubungan Aceh Barat, Jhon Aswir tiga hari lalu mengatakan, persoalan alur ombak yang tinggi di dermaga sudah dilapor ke Kementerian Perhubungan supaya dibangun breakwater atau pemecah ombak. Harus diusulkan ke pusat karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar. “Harapan kita tim dari pusat segera turun,” katanya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved