Salam

Razia Narkoba di Sekolah Mestinya Rutin Dilakukan

Ratusan siswa kelas tiga SMA Negeri 8 Banda Aceh dan SMK Negeri 4 Banda Aceh dirazia untuk mengetahui

Razia Narkoba di Sekolah Mestinya Rutin Dilakukan
WAKIL Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, menyaksikan tes kadar nikotin pada siswa SMA Negeri 8 Banda Aceh saat melakukan penyuluhan narkoba ke sekolah tersebut, Selasa (2/10). 

Ratusan siswa kelas tiga SMA Negeri 8 Banda Aceh dan SMK Negeri 4 Banda Aceh dirazia untuk mengetahui kemungkinan adanya pengguna narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di kalangan pelajar itu. Dalam razia tersebut petugas memeriksa semua tas dan handphone milik siswa. Hasilnya, tidak ada narkoba yang ditemukan petugas, hanya mendapati seorang siswa membawa rokok. Kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan sosialisasi bahaya narkoba di dua sekolah tersebut.

Melaksanakan razia di sekolah adalah langkah yang tepat. Sebab, kalangan pelajar dan mahasiswa belakangan ini tidak saja tindikasi sebagai “konsumen” tapi juga beberapa di antaranya menjadi pengedar. Hasil penelitian dua tahun lalu secara nasional menyebutkan, 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut kemungkinan meningkat kembali karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru sudah menjangkau kalangan pelajar. Seorang pimpinan daerah secara terang-terangan pernah mengatakan narkoba sudah menjangkau anak-anak usia SD di Aceh.

Saat ini, paling sedikit diperkirakan 200 narkotika jenis baru. Dari jumlah tersebut, yang sudah terdeteksi beredar di Indonesia mencapai sebanyak sekitar 70 jenis narkoba. Bentuk dan formulanya macam-macam. Ada yang berbentuk minuman ringan, permen, dan lain-lain.

Pemasaran narkoba ke kalangan pelajar dan mahasiswa memang paling gampang mengingat usia mereka yang labil dan mudah dipengaruhi. Dalam banyak pengakuan pelajar yang tertangkap, awalnya mereka hanya mencoba-coba hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif dan kecanduan.

Di Aceh, penggunaan narkoba di kalangan pelajar diindikasikan akan mengalami peningkatan karena maraknya narkotika asal luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui daerah ini. Selain itu, produksi ganja juga masih tergolong sangat tinggi dilihat dari hasil penangkapan yang dilakukan di luar Aceh, sebagian besarnya ganja berasal dari sini.

Oleh sebab itulah, razia narkoba di kalangan pelajar hendaknya rutin dilakukan secara menyeluruh ke seantero Aceh, mulai dari pelajar SMP hingga SMA. Dan, razia jangan terkesan formalitas, tapi untuk pelajar-pelajar yang dicurigai perlu disertai dengan tes urine guna menunjukkan keseriusan memberantas narkoba, khususnya di kalangan pelajar.

Dan, pelaksanaan razia harus dilakukan benar-benar rahasia dan mendadak, sehingga pihak berwajib akan mendapat kondisi yang real. Artinya, pelaksanaan razia itu jangan bocor duluan ke kalangan pelajar sekolah yang ingin dirazia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved