Tafakur

Pembentukan Identitas Mukmin

Manusia hidup di dunia ini dengan identitasnya masing-masing. Secara umum bisa dicermati, sebahagian insan

Pembentukan Identitas Mukmin

Oleh: Jarjani Usman

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi” (HR. al-Bukhari & Muslim).

Manusia hidup di dunia ini dengan identitasnya masing-masing. Secara umum bisa dicermati, sebahagian insan menjadi kafir atau ingkar kepada Allah; sebahagian muslim tetapi tak menjadi mukmin; dan sebahagian menjadi mukmin dan bertakwa. Disebut “menjadi” karena membutuhkan proses.

Dalam sebuah hadits juga disebutkan adanya proses menjadi dalam pembentukan identitas. Sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW bahwa seseorang anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, yang selanjutnya berubah menjadi yang lain, antara lain karena pengaruh ayah dan ibunya. Hal ini menunjukkan pengaruh interaksi sosial dalam pembentukan identitas seseorang.

Ini juga sejalan dengan apa yang dikatakan oleh para ahli identitas bahwa pembentukan identitas seseorang dipengaruhi oleh banyak hal. Di antaranya interaksi dengan orang-orang yang berpengaruh. Selanjutnya adalah keharusan untuk berusaha mengubah identitasnya, yang menyebabkan seseorang bertambah yakin atau mengubah keyakinannya. Demikian juga seseorang menjadi alim dan bertakwa sangat dipengaruhi oleh interaksi sosialnya dan komitmen untuk menjadi seperti yang diharapkan.

Perlunya interaksi sosial dalam pembentukan identitas sejalan dengan apa yang dikatakan Rasulullah. Misalnya, Rasul mengajak kita untuk sering-sering duduk bersama ulama. Ulama tentunya termasuk orang berpengaruh. Tujuannya agar terjadinya interaksi yang ikut membentuk kealiman dan ketaatan orang-orang bersama mereka.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved