Rupiah Tertekan ke Level Terendah, Analis Jelaskan Penyebabnya

Tren penguatan dollar AS terhadap seluruh mata uang dunia pada Senin (8/10/2018) membuat rupiah kembali di posisi terlemah sejak Juli 1998

Rupiah Tertekan ke Level Terendah, Analis Jelaskan Penyebabnya
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Rupiah dan dollar AS 

SERAMBINEWS.COM - Tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap seluruh mata uang dunia pada Senin (8/10/2018) membuat rupiah kembali di posisi terlemah sejak Juli 1998.

Mengutip Bloomberg, mata uang Garuda di pasar spot berada di level Rp 15.218 per dollar AS atau terkoreksi 0,23% dibandingkan hari sebelumnya.

Begitu juga dengan data kurs tengah versi Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,07% menjadi Rp 15.193 per dollar AS. 

Baca: Atlet Aceh Banjir Pujian di Medsos, Didiskualifikasi di Asian Para Games Karena Tolak Lepas Jilbab

Berdasarkan data Bloomberg pada 20:44 WIB, indeks dollar berada di level 95,96, naik dari sebelumnya 95,62.

Penguatan ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS (US Treasury) dengan tenor 10 tahun yang meningkat siginifikan 3,23% atau sekitar 17 basis poin dalam sepekan. 

Kenaikan yield US treasury sendiri didorong oleh komentar hawkish Gubernur The Fed, Jerome Powell yang mengatakan, bahwa prospek ekonomi AS sangat positif dan suku bunga kebijakan The Fed akan naik di atas level 3% dalam jangka panjang. 

Baca: Daftarkan Pacar di Situs Lelang eBay, Pria Ini Terkejut Tawaran Capai Rp 1,3 Miliar, Ini Tujuannya

VP Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, meskipun data ekonomi AS yang dirilis Jumat lalu cukup bervariasi, yakni Non Farm-Payroll (NFP) bulan September yang menurun dari bulan sebelumnya.

Namun tingkat pengangguran pada September tahun ini menjadi salah satu pendorong indeks dollar.

Data mengenai tingkat pengangguran di AS menunjukkan penurunan ke level 3,7% atau level terendah sejak awal tahun 1970.

Tren positif data tenaga kerja AS juga mengonfirmasi pernyataan Powell sebelumnya bahwa kondisi perekonomian AS yang cenderung membaik dan berpotensi mendorong kenaikan inflasi. 

Baca: BREAKING NEWS - KPK Menetapkan Irwandi Yusuf Sebagai Tersangka Proyek Dermaga Sabang

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved