Ahmadi Populerkan Kopi Gayo di Rutan KPK

Bupati Bener Meriah non-aktif, Ahmadi SE yang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Ahmadi Populerkan Kopi Gayo di Rutan KPK
Bupati Bener Meriah non aktif, Ahmadi saat akan makan siang di ruang sela Pengadilan Tipikor, bersama kerabat dan keluarga. 

JAKARTA - Bupati Bener Meriah non-aktif, Ahmadi SE yang menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), masih sempat mempopulerkan kopi Gayo di rumah tahanan (rutan) KPK, Jakarta.

Soal kopi gayo, Ahmadi mengaku ikut mempopulerkan di rutan KPK Guntur, tempat Ahmadi “diinapkan” selama proses persidangan. “Saya seduh sendiri, dan saya kampanyekan kopi Gayo kepada penghuni rumah tahanan itu. Sekarang sangat populer kopi Gayo di sana,” cerita Ahmadi.

Hal itu disampaikannya sebelum menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/10). Pengadilan Tipikor menyediakan ruang sela bagi para terdakwa yang akan menjalani persidangan dan dia menikmati betul gutel, berahrom, dan kopi gayo yang disuguhkan kepadanya.

Di ruang itulah, Ahmadi shalat dan makan siang. Kolega-kolega dan tim pengacara yang mendampingi ikut berkumpul di tempat itu. Gutel dan berahrom adalah dua jenis penganan khas Gayo yang sengaja dibuatkan oleh sang istri.

“Gutel ini, makanan lama yang kita angkat kembali. Alhamdulillah, sudah mulai populer lagi,” kata Ahmadi yang hadir di Pengadilan Tipikor mengenakan kemeja putih lengan pendek dan celana warna gelap. “Untuk kopi siang ini, sudah diseduh dalam termos. Ayo silakan dicoba,” ujarnya.

“Wow...rasa kopi wine yang dahsyat,” puji Ahmadi, setelah menyeruput kopi tersebut. Menu lain tak kalah dahsyat, adalah depik goreng. Ikan endemik dari Danau Laut Tawar itu digoreng kering. Tentu saja juga buatan sang istri. Juga diselingi beberapa jenis buah-buahan segar.

Di ruang itu hadir beberapa tokoh Gayo, ikut “mangan rohol morom” atau makan siang bersama. Tiap jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor, Ahmadi selalu menggelar jamuan makan siang bersama beberapa kolega dan tim pengacaranya.

Dia kelihatan sangat menikmati makan siangnya, dengan menu nasi putih, ikan depik, gutel, berahrom, dan tentu kopi gayo. Untuk diketahui, Ahmadi ditetapkan sebagai terdakwa kasus suap dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Ahmadi didakwa menyuap gubernur Aceh non aktif, Irwandi Yusuf, yang kini juga ditahan KPK. Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi didakwa memberikan uang senilai Rp 1 miliar kepada gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Uang tersebut ditengarai sebagai komitmen fee atas proyek-proyek yang diberikan Pemerintah Aceh kepada kepada Kabupaten Bener Meriah yang dipimpin Ahmadi.

Dan, komitmen fee sebesar Rp 1 miliar itu untuk kelancaran proyek-proyek yang didanai dana otonomi khusus Aceh (DOKA) di Kabupaten Bener Meriah pada tahun ini. Sidang pertama Ahmadi sudah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (27/9).(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved