Salam

Juara MTQN Butuh Jaminan Masa Depan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menjanjikan penghargaan (reward) berupa uang tunai

Juara MTQN Butuh Jaminan Masa Depan
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah janjikan penghargaan berupa reward berupa uang Rp 250 juta kepada para peserta yang meraih juara satu MTQ nasional ke 27 yang berlangsung di Medan. Janji itu disampaikan dalam pertemuan dengan kafilah Aceh di aula Hotel Grand Antares, sekitar pukul 21.00 WIB, Sabtu (6/10/2018). 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menjanjikan penghargaan (reward) berupa uang tunai kepada para peserta asal Aceh yang meraih juara untuk setiap cabang lomba pada MTQ Nasional Ke-27 yang sedang berlangsung di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pemerintah Aceh berjanji memberi uang Rp 250 juta bagi peserta yang meraih juara 1, Rp 150 juta untuk juara 2, dan Rp 100 juta untuk juara 3. Peserta yang meraih juara harapan 1 Rp 50 juta, juara harapan 2 dan 3 nilai reward-nya disesuaikan. Uang untuk insentif para juara MTQ Nasional itu nanti akan dialokasikan dalam APBA 2019.

Pada pertemuan dengan seluruh peserta, pelatih, pendamping, dan ofisial Kafilah Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, MTQ tidak sama dengan perlombaan bidang lainnya. Kalau perlombaan bidang lain sudah diketahui siapa lawannya, sedangkan MTQ lawannya adalah diri masing-masing atau peserta itu sendiri. Artinya, lawan bukanlah peserta lain, tapi diri sendiri sejauhmana mempersiapkan diri, latihan, kemampuan, kesehatan, dan disiplin untuk dapat tampil maksimal sehingga meraih nilai terbaik dan mendapat juara.

“Saat ini, seluruh penduduk Aceh sedang menunggu kiprah dan kemampuan para peserta untuk meraih nilai terbaik. “Saya mengharapkan peserta supaya tidak demam panggung dan dapat tampil maksimal,” ujarnya.

Kita melihat, memberi reward atau insentif bagi para juara Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional itu adalah langkah tepat sebagai “rangsangan” untuk jangka pendek. Sebab, selama ini memang sedang “demam” bonus bagi para juara. Lihatlah beberapa waktu lalu para pejabat, pengusaha, dan pemerintah secara jor-joran memberi bantuan bagi seorang remaja miskin yang berhasil menjadi juara dunia junior lari 100 M putra.

Dari bukan siapa-siapa ia mendadak menjadi terkenal sekaligus kaya raya. Rumahnya dari gubuk “tersulap” menjadi rumah permanen. Ia juga menjadi nasabah bank dengan simpanan yang lumayan banyak. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan bantuan Rp 1,5 miliar bagi setiap atlet Indonesia peraih medali emas Asian Games 2018. Peraih medali perak dan perunggu juga kebagian banyak duit. Mereka juga ada yang mendapat bantuan rumah, lalu jaminan menjadi pegawai negeri sipil, TNI, dan Polri di daerahnya atau di pusat.

Nah, janji Pemerintah Aceh untuk setiap juara MTQN memang sesuatu yang harus disyukuri. Akan tetapi, selama ini, yang menjadi persoalan bagi para “pahlawan” yang sudah mengharumkan nama daerah adalah ketika masa “kejayaannya” berakhir, mereka akan terlupakan. Jangankan untuk dapat mengabdi secara terus-menerus kepada agama dan daerah, untuk makan saja ada yang sulit.

Itulah sebabnya, kita mendorong pemerintah provinsi untuk memberi jaminan masa depan kepada para juara MTQ, khususnya yang berhasil meraih juara I Tingkat Nasional. Impian banyak juara adalah menjadi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri. Oleh sebab itu, sediakanlah formasi khusus PNS sesuai kualifikasi pendidikan yang dimiliki para juara MTQN. Ini, efek positifnya akan jauh lebih besar untuk daerah dan si juara.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved