Tafakur

Mengabaikan Lisan Sendiri

Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya

Mengabaikan Lisan Sendiri

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga” (HR. al Bukhari).

Tak sedikit di antara kita yang hanya pandai mengajak orang lain untuk menjaga diri, tetapi diri sendiri mengabaikannya. Termasuk menjaga lisan sendiri dalam pergaulan dengan sesama. Padahal lisan yang diabaikan, akan liar dan bisa menimbulkan sakit hati orang lain yang berkepanjangan.

Hidup orang seperti ini bagaikan mengalami penyakit rabun dekat yang sudah kronis. Setiap hari menghabiskan energi untuk melihat kesalahan-kesalahan orang lain yang jauh, tetapi tak mampu melihat yang dekat, terutama kesalahan-kesalahan diri sendiri. Kesalahan orang lain walau sedikit diumbar keluar, sedangkan kejahatan sendiri disembunyikan rapat-rapat.

Bukan tidak boleh melihat kesalahan dan mengingatkan orang lain, tetapi jangan lupa menunjukkan kepedulian yang lebih tinggi kepada dosa-dosa sendiri. Bahkan dalam Alquran, kita diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Di antara hal yang menyebabkan diri kita sendiri tergelincir ke neraka adalah ketidakmauan mengendalikan lisan. Bahkan dalam Alquran disebutkan, Allah benci kepada orang-orang yang menyuruh kepada kebaikan, tetapi dirinya sendiri tidak demikian.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved