Rupiah Tembus Rp 15.200 per Dollar AS, Begini Tanggapan Wapres Jusuf Kalla

Wapres mengatakan, pemerintah sulit untuk mengambil langkah mendongkrak rupiah akibat tekanan dari luar negeri.

Rupiah Tembus Rp 15.200 per Dollar AS, Begini Tanggapan Wapres Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (10/9/2018)(Dok Sekretariat Wakil Presiden) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pekan ini.

Mengutip Kontan, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,11 persen ke Rp 15.235 per dollar AS dari harga penutupan kemarin pada Rp 15.218 per dollar AS.

"Ya rupiah memang melemah. Sekarang hari ini Rp 15.200 sekian per dollar AS. Itu tentu ada juga masalah dari luar, ada juga masalah dari dalam. Jadi dua-duanya," ujarnya di Kantor Wapres, Selasa.

Wapres mengatakan, pemerintah sulit untuk mengambil langkah mendongkrak rupiah akibat tekanan dari luar negeri.

Misalnya adanya perang dagang atau membaiknya ekonomi di AS.

Namun untuk faktor di dalam negeri, Kalla mengatakan pemerintah akan berupaya untuk mengurangi impor sehingga permintaan dollar bisa dikurangi.

Ia juga mengatakan, Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya untuk menstabilkan rupiah lewat gelontoran cadangan devisa ke pasar uang.

"Diintervensi BI. Kalau tidak bisa ya pemerintah seperti menghemat impor. Hanya itu," kata dia.

Baca: Miftahul Jannah Didiskualifikasi, KH Maruf Amin: Seharusnya Atlet Ikuti Aturan yang Sudah Berlaku

Baca: Pendaftaran CPNS Ditutup 15 Oktober, di Aceh Tenggara Capai Ratusan Pelamar

Sebelumnya, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat rupiah kian melemah.

Pertama, faktor global dipengaruhi oleh Yield Treasury 10 tahun atau surat utang AS yang telah mencapai 3,23 persen.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved