Salam

Kasus SK Bodong, Siapa Dalangnya?

Maimun yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calo yang bisa meluluskan orang menjadi pegawai negeri sipil

Kasus SK Bodong, Siapa Dalangnya?
KETUA Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin bersama dua orang warga yang diduga korban penipuan SK Pegawai Negeri Sipil berbicara dalam konferensi pers di Kantor YARA, Senin (24/9). 

Maimun yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calo yang bisa meluluskan orang menjadi pegawai negeri sipil (PNS) memberikan klarifikasi dan membantah dengan mengatakan dirinya bukan calo. Maimun yang dalam berita sebelumnya diinisial M bahkan mengaku juga sebagai korban karena dalam kasus itu istri dan adiknya juga menjadi korban calo PNS.

Dalam konferensi pers yang dihadiri belasan wartawan, Maimun dan kuasa hukumnya melempar “bola panas” dengan menyebut ada sosok penting di balik kasus ‘SK PNS bodong” tersebut yaitu pria berinisial MS.

Tentang sosok MS itu—apakah oknum pejabat di Kantor Gubernur Aceh atau orang penting yang memiliki akses ke gubernur—baik Maimun maupun kuasa hukumnya belum bersedia mengungkap ke media. “Kami hanya akan membuka ke penyidik Polri. Kami percaya polisi mampu mengungkapnya,” kata pengacara Maimun. Namun, Yulfan menggambarkan bahwa MS adalah sosok yang punya pengaruh besar di lingkungan Pemerintah Aceh sehingga yang bersangkutan pernah menggelar pertemuan dengan para korban di ruang kerja gubernur.

Sebelumnya diberitakan, 19 warga Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie tertipu sindikat calo yang menjanjikan calon PNS bisa meluluskan jadi PNS dengan cara menyetor sejumlah uang. Kasus itu baru terungkap ketika salah satu korban melapor ke Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Adalah Anita Selfitri (26), perempuan yang selama ini berdomisili di Blang Asan, Kecamatan Sigli, Pidie, salah satu korban yang melaporkan kasus itu ke Kantor YARA. Anita yang juga keponakan dari Maimun dan keluarganya telah menyetor uang Rp 130 juta kepada Maimun yang mereka duga sebagai calo PNS.

Saat ini, kasus sejumlah korban yang tertipu oleh “SK PNS Bodong” itu masih pada tahap pengakuan sejumlah pihak. Namun, pengakuan-pengakuan itu sudah membuktikan bahwa kasus penipuan oleh “sindikat” calon PNS itu memang ada. Selain itu, dalam banyak kasus percaloan terkait PNS, umumnya melibatkan orang dalam dalam sehingga orang-orang yang jkemudian menjadi korban gampang diyakinkan.

Dan, bagaimana duduk perkara percaloan yang di dalamnya ada nama orang-orang tadi? Tak lama lagi semua akan terungkap. Sebab, sejak Senin (8/10), Polda Aceh sudah mulai memeriksa saksi dalam kasus tersebut. Ada dua saksi yang diperiksa pada tahap pertama yaitu, Mulyadi dan Anita yang didampingi kuasa hukumnya, Safaruddin SH.

Akan tetapi, hal penting yang harus diingat publik, terutama yang sedang ikut proses test masuk CPNS tahun 2018 ini adalah jangan percaya pada bujuk rayu orang-orang yang mengaku bisa membantu meluluskan jadi CPNS. Catat, ada modus calo yang paling populer. Pertama, ada yang minta duit di depan dan yang kedua minta duit setelah lulus. Untuk modus kedua ini, si calo bisa berjanji kepada ratusan peserta test CPNS yang susungguhnya memang tidak dia urus. Namun, jika nanti di antara orang-orang itu memang ada yang lulus, ia akan datang menagih duit. Padahal, sesungguhnya ia memang tidak urus. Maka, sekali lagi jangan percaya pada orang-orang yang berjanji bisa membantu kelulusan menjadi CPNS.

Langkah yang benar untuk lulus menjadi CPNS adalah seperti yang kini dilakukan banyak orang, yakni belajar, ikut bimbingan test, dan tentu saja berdoa.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved