Bayar Utang Kampanye, Bupati Ini Diduga Terima Suap Rp 3,45 Miliar, Timses Ikut Terlibat

Uang diduga akan digunakan untuk membayar utang dana kampanye yang dikeluarkan untuk pemenangan Rendra saat maju menjadi Bupati Malang

Bayar Utang Kampanye, Bupati Ini Diduga Terima Suap Rp 3,45 Miliar, Timses Ikut Terlibat
Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018)(KOMPAS.com/ANDI HARTIK) 

SERAMBINEWS.COM - Bupati Malang Rendra Kresna disangka menerima uang hasil korupsi Rp 3,45 miliar.

Hal itu  disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Rendra disebut menerima uang dari Ali Murtopo, seorang pihak swasta.

Rendra disuap oleh Ali terkait penunjang sarana peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Baca: Soal Dugaan Keterlibatan Kapolri Tito dalam Kasus Korupsi, Jokowi: Saya Enggak Mau Ikut Campur

Baca: Pelajar SMAN 87 Jakarta Gelar Demo Bela Guru Agama yang Dituduh Sebar Pesan Anti-Presiden Jokowi 

Baca: BREAKING NEWS - Sesosok Mayat Pria dengan Luka Sayatan di Leher Gemparkan Kuta Alam

Selain kasus itu, KPK juga menyebut ada tindak pidana korupsi berupa gratifikasi.

Saut mengatakan, Rendra diduga menerima suap dari Ali sebesar Rp 3,45 miliar.

Uang diduga akan digunakan untuk membayar utang dana kampanye yang dikeluarkan untuk pemenangan Rendra saat maju menjadi Bupati Malang periode 2010-2015.

"KPK menyesalkan masih terjadinya praktik korupsi yang dilakukan kepala daerah, terutama dalam kasus ini (Rendra Kresna) yang digunakan untuk membayar utang saat kampanye pilkada," tulis KPK dalam rilisnya.

Setelah Rendra menjabat, dikumpulkan fee proyek di Kabupaten Malang.

Nantinya, uang dari sejumlah proyek itu digunakan untuk membayar hutang.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved