Pengarang Ternama Aceh, Azhari Aiyub Raih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa

Kura-kura Berjanggut diterbitkan Banana pada April 2018, langsung merebut perhatian penikmat sastra dan krikitus sastra Indonesia.

Pengarang Ternama Aceh, Azhari Aiyub Raih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa
IST
Azhari Aiyub, sastrawan Aceh. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Salah seorang pengarang ternama Aceh yang juga pengasuh halaman budaya Harian Serambi Indonesia, Azhari Aiyub, memenangkan penghargaan kusala sastra khatulistiwa ke-18 kategori prosa, untuk novelnya yang berjudul "Kura-kura Berjanggut".

Kemenangan "Kura-Kura Berjanggut" diumumkan Rabu (10/10/2018) malam di Jakarta, setelah melalui seleksi sangat ketat.

Novel dengan tebal mendekati .1000 halaman itu ditulis Azhari sejak 2006.

Merupakan salah satu novel yang menghadirkan suasana negeri Lamuri abad 17.

Bercerita tentang komplotan bajak laut yang menata rencana rapi membunuh Sultan Nuruddin di Lamuri.

Nuruddin dianggap telah melakukan makar dan membunuh Sultan terdahulu untuk menduduki tahtanya.

Suasana kota pelabuhan dan persinggahan kapal-kapal asing menjadi bagian tak terpisahkan dari novel yang menggetarkan ini.

Digenapkan dengan intrik para pengawal istana, upacara adu gajah yang tragik serta pertempuran-pertempuran hebat di laut.

Setelah Beberapa Jam Gempa Situbondo, Gempa 7,0 SR Guncang Papua Niugini

Gempa Lombok, Ring Of Fire, dan Status Indonesia sebagai Kawasan Rawan Gempa

Gempa dan Tsunami Palu - Banyak Mayat Berserakan di Pantai dan Sebagian Mengambang di Laut

Tentang Ramalan 2018 Sebagai Tahun Gempa Bumi, Begini Klarifikasi Ilmuwan

Kura-kura Berjanggut diterbitkan Banana pada April 2018, langsung merebut perhatian penikmat sastra dan krikitus sastra Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved