Perangkat Desa di Subulussalam Ancam Hentikan Pelayanan, Kecuali Orang Meninggal

Ismail menyatakan persoalan dana desa ini sangat urgen karena menyangkut pelayanan terhadap masyarakat.

Perangkat Desa di Subulussalam Ancam Hentikan Pelayanan, Kecuali Orang Meninggal
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Perwakilan perangkat desa dalam ruangan badan legislasi (Banleg) DPRK Subulussalam untuk mengadukan masalah honornya yang belum cair, Kamis (1/10/2018). 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Para perangkat desa di tiga wilayah dalam Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam meluapkan kemarahan mereka karena tersendatnya pembayaran honor akibat tidak tersalurnya dana desa di sana.

Saking marahnya, ratusan aparatur desa yang mendatangi gedung DPRK Subulussalam, Kamis (11/10/2018) mengancam menghentikan aktivitas pelayanan terhadap masyarakat jika dalam dua hari ke depan tidak ada solusi pencairan dana desa.

Seperti disampaikan Ismail K, salah satu kepala dusun yang ikut hadir dan berbicara tegas di hadapan para wakil rakyat seperti Rasumin, Syahrizal Putra Chaniago dan Heppi Sinaga.

Ismail menyatakan persoalan dana desa ini sangat urgen karena menyangkut pelayanan terhadap masyarakat.

Karena itu Ismail meminta agar wakil rakyat termasuk pejabat di sana memfasilitasi mereka bertemu wali kota.

"Mohon kami difasilitasi bertemu wali kota guna menumpahkan isi hati kami. Karena kalau kami yang minta jumpa bisa jadi tidak akan dihiraukan," kata Ismail.

Ismail mendesak dana desa segera dicairkan agar tidak berdampak lebih parah.

Sebab, kata Ismail, yang hadir ke DPRK dan masuk ke ruangan adalah orang-orang tua, hal itu di sengaja agar tidak memicu kemarahan.

"Sengaja yang muda kami suruh menunggu di luar biar tidak mudah terpancing emosinya, tapi kalau ini tak tuntas maka tidak bisa kami jamin, bisa jadi ini memicu persoalan," tegas Ismail.

Tarmizi, anggota Badan Permusyawaratan Gampong (BPG) Desa Subulussalam menegaskan, jika dalam dua hari ini tidak ada pencairan dana desa maka pelayanan di desa akan dihentikan.

"Kecuali orang meninggal, selain itu pelayanan akan kami hentikan," tegas Tarmizi.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help