833 Proyek APBA Dinilai ‘Kritis’

Sebanyak 833 proyek fisik APBA 2018 se-Aceh dinilai masuk kategori kritis atau realisasinya masih di bawah 45 persen

833 Proyek APBA Dinilai ‘Kritis’
Nova Iriansyah 

* Realisasi Masih di Bawah 45 Persen

BANDA ACEH - Sebanyak 833 proyek fisik APBA 2018 se-Aceh dinilai masuk kategori kritis atau realisasinya masih di bawah 45 persen. Oleh karena itu, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, memerintahkan Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) bersama kepala bidang terkait agar serius dan sering turun ke lapangan meninjau pelaksanaan proyek tersebut.

Nova menyampaikan hal ini ketika menjawab wartawan seusai memimpin rapim bulanan proyek APBA 2018, di Kantor P2K Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis (11/10). Menurut Nova, dalam rapim tersebut dirinya sudah meminta penjelasan masing-masing SKPA terkait masih adanya proyek yang realisasinya masih di bawah 45 persen hingga kini, seperti 175 proyek di antaranya proyek fisik pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh.

“Menurut penjelasan Kepala Dinas PUPR Aceh, Bapak Fajri dalam rapim tadi, realisasi fisik di bawah Dinas PUPR yang masih rendah itu umumnya adalah proyek pembangunan jalan dan jembatan rangka baja. Rangka baja jembatannya sudah dipesan, tetapi belum tiba di lokasi proyek. Tetapi setelah rangka baja jembatan tiba dan terpasang, realisasi proyek bisa naik menjadi 65-70 persen,” kata Nova Iriansyah.

Sedangkan di Dinas Pendidikan Aceh, kata Nova, juga masih ada 174 proyek lagi realisasinya masih dibawah 45 persen, yakni untuk pembangunan gedung dan pagar sekolah, ruang belajar tambahan, rehab ruang kelas, toilet, ruang guru, mushala dan lain-lain. Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Syaridin dalam rapim tersebut, namun ia optimis bulan depan realisasi proyek-proyek itu naik di atas 50 persen.

“Begitu juga proyek-proyek fisik lain pada Dinas Perkim, Pengairan, Dinkes, Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Perkebunan, Peternakan, Perindag, Badan Dayah, dan lainnya. Alasan Kepala SKPA, realiasasi proyek-proyek itu masih rendah karena terlambat dikerjakan lantaran penetapan pemenang dan teken kontraknya baru dilakukan bulan lalu,” kata Nova mengutip jawaban Kepala SKPA.

Yang lebih parah lagi, masih ada 81 proyek malah belum diproses dalam pengadaan barang dan jasa melalui e-catalog. Menurut Asisten II Setda Aceh yang juga Ketua Tim P2K Setda Aceh, Taqwallah hal ini karena masih ada satuan harga barang belum terbut dari pabriknya, sehingga belum bisa dimasukkan dalam e-catalog dan belum diketahui penyebab belum adanya harga tersebut.

Selain 833 proyek realisasinya masih di bawah 45 persen, 408 paket proyek malah belum dikerjakan sama sekali, bahkan 122 di antaranya belum teken kontrak dengan rekanan. Sedangkan 286 paket lainnya sudah ada penetapan pemenang dan teken kontrak, namun juga belum dikerjakan. Misalnya 120 paket di Dinas PUPR.

“Untuk sementara kita beri waktu kepada Kepala SKPA bersama kepala bidangnya selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk melakukan analisa lapangan dan memanggil kontraktornya, apakah mereka masih mau melanjutkan pekerjaan atau tidak. Jika sudah ada jawaban dari pihak kontraktor, mereka menyatakan tak sanggup kerja lagi karena alasan tak cukup waktu, maka kita perintahkan untuk menerbitkan surat penyetopan,” tegas Nova. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved