Diduga Mengendap dan Salahi Aturan, Penegak Hukum Diminta Telusuri Masalah Dana Desa Subulussalam

Hasby mendesak ditelusurinya dana desa di Subulussalam ini karena menduga adanya hal yang tidak sesuai aturan terkait.

Diduga Mengendap dan Salahi Aturan, Penegak Hukum Diminta Telusuri Masalah Dana Desa Subulussalam
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Ketua LSM LP-KaPuR Kota Subulussalam, Hasby BM. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Pegiat LSM dari Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik untuk Rakyat (LP-KaPuR) Kota Subulussalam meminta penegak hukum di daerah ini bereaksi menelusuri kisruh penyaluran dana desa di sana.

Hal itu disampaikan Ketua LP KaPuR Kota Subulussalam, Hasby BM dalam siaran persnya kepada Serambinews.com, Jumat (12/10/2018) menanggapi tersendatnya dana desa di sana hingga menyebabkan aksi ratusan aparatur desa kemarin ke gedung DPRK setempat.

Hasby mendesak ditelusurinya dana desa di Subulussalam ini karena menduga adanya hal yang tidak sesuai aturan terkait.

Dugaan ini lanjut Hasby bukan sekadar asumsi tapi mengacu pada PMK nomor 225/PMK.07/2017 tentang  Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

Baca: Tokoh Masyarakat Subulussalam Sesalkan Penundaan Pelantikan BPG karena Berdampak ke Dana Desa

Dalam PMK ini, kata Hasby sudah jelas mekanisme penyaluran ataut transfer dana desa sejak dari pusat ke daerah hingga puncaknya ke penerima manfaat yakni desa.

Dikatakan, sesuai aturan sejatinya dana desa yang telah ditransfer dari pusat ke daerah harus sudah disalurkan ke rekening umum desa paling lambat tujuh hari.

Sementara aturan transfer dana desa tahap dua ini dari pusat ke daerah juga jelas disebutkan paling lambat minggu ketiga bulan Juni.

Artinya, kata Hasby sebenarnya dana desa sudah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Subulussalam sejak akhir Juni lalu.

Nah, Hasby mempertanyakan mengapa bisa anggaran desa ini mengendap hingga memasuki bulan keempat karena tidak disalurkan ke desa.

Baca: 571 Gampong tak Dapat Dana Desa

Halaman
1234
Penulis: Khalidin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help