Cuaca Ekstrem, Jalur Aceh-Medan via Subulussalam Rawan Longsor dan Pohon Tumbang

Para pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan bila terjadi hujan dan angin kencang karena rawan longsor dan pohon tumbang.

Cuaca Ekstrem, Jalur Aceh-Medan via Subulussalam Rawan Longsor dan Pohon Tumbang
Alat berat membersihkan material longsor yang terjadi di Jalan Singkil–Subulussalam, Minggu (18/3/2018) 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin saat ini kerap melanda Kota Subulussalam terutama sore dan malam hari.

Kondisi ini membuat jalur Aceh-Medan via Kota Subulussalam rawan longsor.

”Hampir tiap hari hujan deras terus di Subulussalam, ada beberapa titik bukit-bukit yang rawan longsor dan menimbun jalan,” kata Akmizal, Kepala PPK 13 Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) wilayah II, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Serambinews.com, Sabtu  (13/10/2018).

Akmizal pun mengimbau warga yang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan Sumatera Utara atau sebaliknya, untuk waspada saat di lintasan Subulussalam.

Sebab, ada beberapa titik rawan tanah longsor di jalur tersebut.

Dikatakan, ada belasan kilometer jalan sejak dari Desa Jontor dan Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat rawan bencana longsor.

Hal itu lantaran sepanjang jalan berada di lereng pebukitan dan tanahnya labil serta. Sementara di sisi sebelah kanan arah Medan terdapat jurang dengan kedalaman puluhan meter.

Untuk itu, para pengendara diingatkan agar berhati-hati karena jalur ini sangat rawan longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang ini.

Dikatakan, para pengendara sebaiknya menghentikan perjalanan bila terjadi hujan dan angin kencang karena selain longsor juga rawan pohon tumbang.

CPNS 2018 - H-2 Jelang Penutupan Pendaftaran, BKN Bagikan Langkah Atasi File Corrupt

”Kita menghimbau warga yang sedang melakukan perjalanan dari Aceh ke Medan atau sebaliknya agar berhati-hati saat melintas di kawasan Lae Ikan-Pakpak Bharat karena sangat rawan longsor apalagi musim hujan seperti sekarang,” kata Akmizal.

CPNS 2018 - Daftar Lima Instansi Pusat dengan Jumlah Pelamar Paling Sedikit

Menurut Akmizal, jalur yang mengubungkan Aceh-Medan melintaasi di kawasan kedabuhen, Lae Ikan hingga ke Kabupaten Pakpak Bharat kini juga kerap diwarnai longsoran walau skalanya tidak terlalu besar namun diniilai cukup berbahaya.

KRI Spica-934 Temukan Longsoran Dasar Laut di Teluk Palu, Diperkirakan Asal Kekuatan Tsunami

Cuaca ekstrem berupa hujan deras akhir-akhir ini lanjut Akmizal memicu tebing tanah pegunungan Lae Ikan labil dan rawan longsor.

Longsor kerap terjadi pada sore menjelang maghrib hingga tengah malam.

Karena itu, para pengguna jalan diminta lebih waspada dan apabila hujan lebat mengguyur disarankan agar tidak memaksa melintas karena dikuatirkan terjadi longsor.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help