Ekonomi Syariah Dibahas dalam Pertemuan IMF

Indonesia memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan dalam Pertemuan Tahunan International Monetary Fund

Ekonomi Syariah Dibahas dalam Pertemuan IMF
Zainal Arifin Lubis Kepala BI Perwakilan Aceh

BANDA ACEH - Indonesia memperjuangkan empat tema prioritas di bidang keuangan dalam Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-Bank Dunia tahun 2018 di Bali, 8-14 Oktober 2018. Keempat tema itu, yakni tentang kebijakan ekonomi global, pembiayaan infrastruktur, ekonomi digital, serta ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini dilakukan untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis, yang ikut dalam pertemuan itu menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambi kemarin. Menurutnya, pertemuan tahunan kali ini juga menandai perta kali tema ekonomi syariah mendapat porsi pembahasan sangat besar. “Kesempatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenai pencapaian dan potensi besar yang dimiiki Indonesia dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah,” kata Zainal Arifin Lubis.

Sedangkan tema pertama yang diperjuangkan Indonesia dalam pertemuan itu, kata Zainal Arifin, mengenai kebijakan ekonomi global, khususnya harmonisasi kebijakan antarnegara untuk pemulihan global dan mengatasi ketidakpastian global. Pembahasan ini diangkat agar pemulihan yang baik tak hanya dialami negara maju, namun juga negara berkembang. Topik yang dibahas mencakup pula normalisasi kebijakan moneter negara maju serta ketegangan dagang antar negara.

“Tema kedua adalah pembiayaan infrastruktur. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dari sisi infrastruktur tumbuh sangat cepat, yang mendatangkan apresiasi dari dunia internasional. Topik ini diangkat agar pembiayaan tak hanya datang dari APBN, namun juga sumber lain seperti obligasi maupun penanaman modal untuk investasi infrastruktur,” ujar Zainal Arifin.

Sedangkan tema ketiga adalah ekonomi digital. Pembahasan antara lain akan berkisar terkait bagaimana ekonomi digital dapat dilakukan untuk pembiayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta teknologi finansial. Selain itu, akan dibahas pula mengenai bagaimana pengaruh ekonomi digital bagi bank sentral, khususnya terhadap sistem pembayaran serta keamanan digital.

Aceh Siap Jadi Destinasi Wisata Halal
DI luar empat tema itu, Zainal Arifin, juga mengatakan saat ini industri wisata halal menjadi perhatian dunia, karena memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan. Esensi wisata halal terletak pada usaha menyingkirkan segala hal yang dapat membahayakan bagi manusia dan mendekatkan manusia kepada hal yang bermanfaat baginya dan lingkungan. Hal ini menarik banyak peminat di dunia, tidak terbatas pada kaum muslim.

“Nah untuk Aceh, selain memiliki potensi wisata alam, juga berpotensi menjadi destinasi utama wisata halal. Menurut catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ada 13 provinsi yang sudah siap sebagai destinasi wisata syariah, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali,” sebut Zainal Arifin Lubis. (sal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help