Eks Kombatan Minta Pengembangan Kasus Rp 650 Miliar jangan Hanya Diungkap Saat Pergantian Kajati

“Ini lucu, setiap pergantian Kajati ngomong 650 miliar, jelang pemilu 650 miliar, ada apa?

Eks Kombatan Minta Pengembangan Kasus Rp 650 Miliar jangan Hanya Diungkap Saat Pergantian Kajati
ist
Fadli Abdullah alias Petrus.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Eks kombatan GAM mendesak Kejati Aceh mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) yang disebut-sebut untuk pemberdayaan eks kombatan GAM sebesar Rp 650 miliar yang bersumber dari APBA 2013.

Namun jika tidak terbukti ada, maka segera hentikan kasus itu. Jangan setiap pergantian Kajati Aceh, kasus dana Rp 650 miliar itu selalu diungkap ke publik, tapi tidak pernah tuntas meskipun penanganannya sudah lama.

“Ini lucu, setiap pergantian Kajati ngomong 650 miliar, jelang pemilu 650 miliar, ada apa? Apa kasus 650 miliar ingin menjadikan bom waktu di Aceh, untuk mengadudombakan eks kombatan sesama eks kombatan,” kata eks kombatan, Fadli Abdullah alias Petrus kepada Serambinews.com, Sabtu (13/10/2018).

Baca: KPK Juga Diminta Usut Dana Eks Kombatan GAM

Petrus menyampaikan hal itu untuk menanggapi dua berita sebelumnya yang berkaitan dengan dana Rp 650 miliar.

Menurutnya, perkara itu hanya disampaikan ke masyarakat di saat pergantian pimpinan Kejati saja.

Sebelumnya diberitakan, Kajati Aceh yang lama, Chaerul Amir mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kasus dugaan penyelewengan dana bansos yang disebut-sebut untuk eks kombatan GAM sebesar Rp 650 miliar dari APBA 2013.

Ternyata, dana sebesar itu tidak masuk dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBA tahun tersebut.

“Saya lihat dari sisi perencanaan, ternyata informasinya dana hibah sebesar 650 miliar rupiah itu tidak masuk dalam KUA PPAS. Ini yang kita gali, kenapa tidak masuk?” ungkap Chaerul Amir saat bersilaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (11/10/2018).

Baca: Kajati Diminta Tuntaskan Dana Kombatan

Memang kasus ini sudah ditanggani Kejati sejak 24 Januari 2017 atas laporan LSM Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh atau saat Kejati Aceh dipimpin Raja Nafrizal.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help