Erosi DAS Tandrong Semakin Parah, Puluhan Hektare Kebun Warga Menghilang

Dalam setahun terakhir ini sudah puluhan hektare lahan perkebunan warga hilang dan belasan rumah warga ambruk.

Erosi DAS Tandrong Semakin Parah, Puluhan Hektare Kebun Warga Menghilang
ILUSTRASI -- Warga melihat bekas terjangan erosi akibat mengganasnya aliran DAS Krueng Nagan di kawasan Blang Baro, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Minggu (18/3) siang. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN -- Pengikisan tanah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Tandrong, Desa Koto Indarong, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan kian parah dan mengkhawatirkan.

Setidaknya dalam setahun terakhir ini sudah puluhan hektare lahan perkebunan warga hilang dan belasan rumah warga ambruk.

Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, bersama tiga anggota DPRK Aceh Selatan daerah pemilihan setempat, yakni Kamalul, Mustaruddin, dan Mirwan beserta Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Sazalisma dan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Aceh Selatan Yulizar SP MM, Sabtu (13/10/2018) meninjau langsung kondisi erosi di DAS Tandrong.

Baca: VIDEO - Belum Tertangani, Erosi Krueng Woyla Kian Parah

"Persoalan ini harus segera ditangani sebab sudah terlalu banyak rumah warga yang amblas ke sungai dan sudah ratusan hektare lahan perkebunan masyarakat yang hilang akibat erosi ini," kata Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran disela kunjungannya ke desa tersebut, Sabtu (30/10/2018).

Wabup merasa prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat setempat dan berharap mendapatkan perhatian dan bantuan serius dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Sebab bencana alam berupa erosi di sepanjang DAS tersebut sudah berlangsung lama.

Baca: Erosi Krueng Susoh Mendesak Ditangani

"Nanti kita akan duduk kembali mencari solusi yang tepat terkait penanganannya. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena sudah sangat mengancam pemukiman penduduk, karenanya kita bermohon kepada Pemerintah Aceh dan Pusat untuk ikut membantu penanganan erosi ini," harapnya.

Pantauan Serambinews.com, gerusan erosi yang melanda tanah warga di kawasan tersebut kini semakin tidak terkendali.

Apabila beberapa hari terakhir ini kawasan itu diguyur hujan lebat yang menyebabkan tanah semakin amblas ke dalam sungai akibat diterjang arus. (*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help