Honorer BPBD Dipecat Massal

Sebanyak 35 honorer atau pegawai kontrak yang selama ini bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat

Honorer BPBD Dipecat Massal
SERAMBI/RIZWAN
KETUA DPRK Aceh Barat ketika menerima aksi demo 35 tenaga honorer BPBD yang dipecat ke Gedung Dewan, Jumat (12/10).SERAMBI/RIZWAN 

* Dewan: Ini Kebijakan Aneh

MEULABOH - Sebanyak 35 honorer atau pegawai kontrak yang selama ini bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melancarkan demo ke DPRK, Jumat (12/10). Aksi demo dari kalangan tenaga pemadam kebakaran dan rescue itu merupakan bentuk protes terhadap pemecatatan massal yang dilakukan tiba-tiba.

Aksi tersebut berlangsung sekira pukul 09.30 WIB di bawah kawalan personel Polres Aceh Barat. Massa dari BPBD diterima Ketua DPRK Ramli SE bersama anggota dewan dari Komisi B meliputi Masrizal, Heriana, Ilyas Yusuf dan Samsul Bahri serta Sekwan Mulyadi.

Demo kemarin merupakan lanjutan dari aksi sehari sebelumnya ke gedung dewan. Massa juga sempat meluapkan kekecewaan ketika mereka melancarkan aksi di BPDB. Untuk menindak lanjuti aspirasi pendemo, DPRK kemarin berupaya menghadirkan Kepala BPBD Mukhtaruddin. Namun ketika dihubungi pihak dewan, yang bersangkutan menolak hadir.

Demikian juga pejabat Pemkab tidak satu pun menanggapi permintaan dewan, meski dewan sudah melayangkan surat kepada eksekutif. Perwakilan honorer BPBD dalam pertemuan itu menyatakan persoalan ini sudah pernah disampaikan ke pihak BPBD, tetapi tidak direspons.

“Aneh kami tiba-tiba diberhentikan secara ramai-ramai. Kami sudah lama mengabdi,” kata Riski. Dikatakannya surat SK tugas yang pernah dibuat yakni dalam tahun 2018 dari Januari hingga Juni. Lalu kontrak lanjutan Juli hingga September. Namun ada juga dari Juli hingga Desember.

“Kami semua ketika teken surat di bagian depan ditutup. Ternyata terungkap SK diteken hanya hingga September. Kami ditipu. Namun yang lain hingga Desember,” tambah peserta lain. Pendemo meminta DPRK dapat menampung aspirasi para honorer. Apalagi mereka sudah lama mengabdi di BPBD sebagai tim rescue dan pemadam kebakaran.

Sedangkan jumlah tenaga honorer di BPBD saat ini sebanyak 130 orang. Sedangkan yang akan ditambah sebanyak 25 orang dan dipecat sebanyak 35 orang. Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menyatakan pihaknya sangat menyesalkan pimpinan BPBD yang tidak hadir ke DPRK. Padahal dengan kehadirannya secara bersama semua pihak dapat mendengar mengapa sampai terjadi pemecatan massal.

“Ini (kebijakan) aneh kenapa main pecat. Apa ingin diganti orang-orang dari tim sukses semua,” katanya. Ramli SE menegaskan DPRK pada saat pembahasan APBK-P 2018 sudah menyetujui penambahan sebanyak 25 orang dari 40 orang diusul. Kebijakan ini disetuju untuk memaksimalkan pelayanan tim BPBD dalam penanggulangan bencana. Namun, pihaknya heran, mengapa tiba-tiba ada pemecatan massal.

“Kinerja kepala BPBD patut dipertanyakan,” tegasnya. Ramli SE mengatakan, dewan sudah menjadwalkan kembali pertemuan pada Rabu (17/10) karena pihak BPBD kemarin tidak hadir. “Bila tidak hadir DPRK akan meminta bantu kepolisian membawa kepala BPBD ke DPRK. Itu diatur dalam aturan di DPR,” kata Ramli SE.

Kepala BPBD tak Menanggapi
Sementara itu Kepala BPBD Aceh Barat Mukhtaruddin yang dihubungi Serambi kemarin beberapa kali ke handphone yang biasa digunakan tidak merespons meskipun sambungan telepon terhubung. Demikian dengan pesan pendek yang dikirim Serambi untuk mengonfirmasi persoalan tersebut juga tidak mendapat balasan.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help