Irigasi Alue Thoe Diterjang Banjir

Ratusan hektare (ha) areal tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2018 di Desa Krueng Pantoe dan Blang Makmur

Irigasi Alue Thoe Diterjang Banjir
SEJUMLAH kendaraan mengarungi banjir yang merendam jalan di lokasi Alue Diwi, Gampong Teungoh, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, akibat hujan lebat yang terjadi Kamis (4/10). 

BLANGPIDIE - Ratusan hektare (ha) areal tanaman padi Musim Tanam (MT) Gadu 2018 di Desa Krueng Pantoe dan Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kehilangan sumber pasokan air menyusul tanggul bendungan Daerah Irigasi (DI) Alue Thoe, Desa Krueng Panto, hancur diterjang banjir, Kamis (4/10) lalu.

Petani setempat minta Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat menangani secara darurat tangul dan kolam lumpur yang telah hancur total. Kondisi tersebut mengakibatkan air sama sekali tidak bisa masuk ke dalam mulut (intake) irigasi. “Bila tidak ditangani secara darurat, maka ratusan hektare tanaman padi terancam gagal panen,” kata Syamsuir, warga Desa Krueng Pantoe kepada Serambi, Jumat (12/10).

Dikatakan sebagian tatanaman padi sedang berisi sehingga sangat membutuhkan suplai air sawah. “Sekarang, okelah sedang musim hujan, kebutuhan air bisa terpenuh dari air hujan. Bila tak turun hujan, dipastikan tanaman padi kekeringan sehingga bisa gagal panen,” katanya. Petani meminta agar ditangani secara darurat atas pertimbangan karena untuk penanganan secara permanen butuh waktu lama.

Selain itu petani di Desa Krueng Panto dan Blang Makmur juga meminta kerusakan parah Irigasi Krueng Pantoe ditangani darurat dengan cara membuat tanggul bendungan dari bahan batang kelapa. “Sekitar 35 batang kelapa dibutuhkan untuk membangun tanggul atau turab di lokasi bendungan yang telah hancur. Lalu, dilapisi terpal plastik, kemudian ditimbun material batu kekiril dengan menggunakan alat berat,” kata Syamsuir.

Lebih lanjut dijelaskan, pasca hancurnya bendungan Irigasi Krueng Pantoe (Alue Thoe), tenaga konsultan sudah turun ke lokasi untuk membuat design gambar bendungan irigasi untuk pembangunan baru. Syamsuir mengatakan, konsultan tersebut turun ke lokasi atas perintah bupati Abdya.
Seperti diberitakan, dua bangunan irigasi di Kecamatan Kuala Batee, Abdya, rusak diterjang banjir dalam peristiwa hujan lebat, Kamis (4/10) lalu. Tanggul bendungan dan kolam lumpur Daerah Irigasi (DI) Alue Thoe di Desa Krueng Panto hancur dihantam banjir. Sedangkan Irigasi Panton Teungku di Desa Kota Bahagia (Jeumpa) mengalami kerusakan lantai dasar irigasi.

Sementara itu Kepala BPBK Abdya Amiruddin kemarin mengatakan untuk menangani secara darurat bendungan Irigasi Alue Thoe, Krueng Pantoe yang telah hancur perlu dilakukan dilakukan survei lokasi. Petugas lapangan dari BPBK segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya, apakah bisa ditangani secara darurat atau tidak karena menyangkut anggaran.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved