Jaksa Masih Teliti Berkas Mama Ros

Berkas perkara pemeriksaan tersangka Mama Ros (44) yang diduga sebagai mucikari yang memiliki sejumlah anak asuh pekerja seks

Jaksa Masih Teliti Berkas Mama Ros
kompas.com
Ilustrasi 

BLANGPIDIE - Berkas perkara pemeriksaan tersangka Mama Ros (44) yang diduga sebagai mucikari yang memiliki sejumlah anak asuh pekerja seks komersial (PSK) hingga kemarin masih diteliti jaksa penuntut pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Berkas pemeriksaan dilimpahkan ke kejaksaan setempat oleh penyidik Satpol PP dan WH Kabupaten Abdya pada 29 September lalu. Kasat Pol PP dan WH Kabupaten Abdya Riad SE dihubungi Serambi kemarin membenarkan bahwa berkas perkara hasil pemeriksaan Ros alias Mama Ros masih diteliti jaksa setempat.

“Setelah diteliti ternyata masih ada yang belum lengkap, maka jaksa meminta penyidik Satpol PP dan WH untuk melengkapi,” katanya. Menurutnya apabila sudah lengkap (P-21), maka segera dilakukan penyerahan tahap II, yaitu menyerahkan tersangka dan alat bukti kepada jaksa.

Karenanya, Kasat Pol PP dan WH Abdya, Riad meminta publik agar bersabar menunggu proses hukumnya. Seperti diberitakan tersangka Mama Ros (44), asal Kabupaten Simeulue diduga sebagai mucikari yang punya sejumlah anak asuh PSK, menjalani pemeriksaan penyidik pada Satpol PP dan WH setempat setelah diamankan di salah satu losmen di Kecamatan Susoh, 3 September 2018.

Penyidik Satpol dan WH Abdya menjerat tersangka Mama Ros melanggar Pasal 33 ayat 3 jo Pasal 25 ayat 2 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan anacaman hukuman maksimal 100 kali cambuk. Pengusutan kasus menggemparkan itu penyidik Satpol PP dan WH Abdya juga telah meminta keterangan enam saksi, termasuk beberapa wanita yang diduga keras PSK sebagai anak asuh Mama Ros.

Kasat Pol PP dan WH Abdya Riad dan Penyidik Delvan Arianto lmenjelaskan tersangka Mama Ros, setelah ditahan selama 20 hari untuk menjalani pemeriksaan, kemudian diberikan panangguhan penahan. “Penangguhan penahanan diberikan dengan surat jaminan dari pihak keluarga untuk menghadirkan yang bersangkutan sewaktu diperlukan,” katanya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help